Penyebab Perut Buncit dan Cara Mengatasinya

penyebab-perut-buncit-dan-cara-mengatasinya
Perut buncit bisa berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan Anda. Mungkin tidak untuk saat ini, tetapi dalam waktu jangka panjang nanti.

Perut buncit memang selalu jadi permasalahan, baik itu pada laki-laki maupun perempuan. Namun, ada pula sebagian kalangan yang menjadikan ini privilege tersendiri. Menganggapnya baik agar bisa terlihat lebih dewasa atau lebih seksi, sehingga banyak disukai oleh para wanita.

Sementara orang yang menganggapnya buruk lebih sering karena menimbulkan ketidaknyamanan atau mengurangi kepercayaan diri saat tampil di depan umum.

Terlepas dari itu semua, perut buncit sebenarnya – sangat – berpengaruh terhadap kondisi kesehatan. Mungkin tidak langsung terjadi saat ini juga, tetapi seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa berdampak buruk untuk kesehatan Anda.

Apa sebenarnya penyebab perut buncit atau belly fat atau visceral fat ini? Bagaimana pula cara mengatasinya?

Ada apakah di balik perut buncit?

Johannah Sakimura, RD melalui laman Everyday Health, menerangkan bahwa ada dua kategori utama lemak pada bagian perut, yaitu:

  • Lemak subkutan: terlihat, ada di lapisan luar yang bisa Anda jepit.
  • Lemak visceral atau lemak intra-abdominal: tersembunyi di dalam dan di sekitar organ internal Anda.

Jenis lemak visceral tampaknya telah menjadi salah satu jenis lemak tubuh yang paling berbahaya. Penampung lemak tersembunyi ini mampu melepaskan hormon berbahaya dan senyawa inflamasi yang dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh yang tidak diinginkan.

Akhirnya, hal ini dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung, diabetes tipe 2, demensia, dan lainnya.

Penyebab perut buncit

Mayo Clinic menjelaskan bahwa berat badan Anda sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu:

  • Berapa banyak kalori yang Anda makan setiap hari.
  • Berapa banyak kalori yang Anda bakar melalui olahraga setiap hari.
  • Usia Anda.

Dari ketiga faktor ini dapat dilihat bahwa jika Anda makan terlalu banyak dan sedikit berolahraga, Anda cenderung memiliki berat badan berlebih, termasuk lemak perut atau bahasa mudahnya adalah perut buncit. Inilah mengapa pada orang yang overweight atau obesitas perutnya terlihat buncit.

Begitu pula dengan usia. Semakin bertambahnya usia Anda, jumlah lemak – termasuk di bagian perut – akan meningkat, karena kehilangan massa otot. Berkurangnya massa otot juga dapat menurunkan laju pembakaran kalori tubuh Anda. Akibatnya, Anda mungkin lebih sulit untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

Di kalangan wanita juga terjadi peningkatan lemak perut seiring bertambahnya usia – meski berat badannya tidak bertambah. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen, yang dianggap memengaruhi pendistribusian lemak di dalam tubuh.

Cara mengukur jumlah lemak perut

Sayangnya, Anda tidak bisa menentukan berapa jumlah pasti dari lemak visceral yang Anda miliki tanpa bantuan alat berteknologi tinggi, seperti CT scan dan MRI seluruh tubuh, yang harganya tidaklah murah dan jarang tersedia.

Oleh sebab itu, cara sederhana yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan gambaran kasarnya adalah melalui ukuran lingkar pinggang.

Secara umum, simpanan lemak visceral tubuh sebanding dengan jumlah lemak perut yang terlihat. Dengan kata lain, jika Anda memiliki perut buncit, tubuh berbentuk apel, atau lingkar pinggang yang besar, maka kemungkinan besar Anda memiliki banyak lemak tersembunyi ini di perut.

Pun jika Anda menghilangkan lemak perut yang terlihat alias lemak subkutan, maka Anda juga akan kehilangan lemak visceral yang berbahaya ini.

Mayo Clinic menyarankan jika Anda ingin mengetahui apakah terlalu banyak lemak di perut atau tidak melalui pengukuran lingkar pinggang Anda. Ini dapat membantu Anda memperoleh gambaran kasar dari kondisi lemak di perut.

Cara melakukannya adalah:

  • Ambil posisi berdiri.
  • Letakkan pita pengukur di sekitar perut – tepat di atas tulang pinggul Anda – yang telanjang (upayakan pita pengukur langsung menempel ke kulit).
  • Tarik pita pengukur sampai pas di sekitar perut Anda, tidak ditekan ke dalam kulit, ya. Pastikan pita pengukur sejajar di sekelilingnya.
  • Tetap santai, buang napas, dan ukur lingkar pinggang Anda. Tahan dulu keinginan Anda untuk menarik napas hingga pengukuran selesai dilakukan.
  • Anda juga bisa meminta bantuan anggota keluarga atau teman untuk membantu Anda mengukurnya.

Jika Anda wanita dengan lingkar pinggang 35 inci atau lebih tinggi menunjukkan jumlah lemak perut yang tidak sehat dan risiko masalah kesehatan Anda lebih besar. Sementara pada laki-laki, dianggap bermasalah jika lingkar pinggangnya 40 inci atau lebih tinggi.

Namun, perlu dicatat juga bahwa indikator nilai ini berbeda pada orang Asia, yaitu menjadi 31,5 inci atau lebih pada wanita dan 35,5 inci atau lebih pada pria.

Seberapa serius kondisi perut buncit ini?

Melansir dari Harvard Medical School, perut buncit telah dikaitkan dengan sejumlah penyakit kronis, seperti:

1. Penyakit kardiovaskular

Orang yang memiliki lingkar pinggang besar berisiko lebih dari dua kali lipat terkena penyakit jantung. Bahkan, pada wanita sehat dan tidak merokok pun, setiap penambahan ukuran pinggang 2 inci, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 10%.

Tingginya jumlah lemak viseral cenderung meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, kadar trigliserida, dan menurunkan kadar kolesterol-HDL (baik). Secara keseluruhan, perubahan ini dikenal sebagai sindrom metabolik, yang dapat berakibat serius terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

2. Demensia

Orang berusia 40 tahunan dengan perut buncit atau jumlah lemak perutnya tinggi hampir tiga kali lebih berisiko mengembangkan demensia dibandingkan dengan orang yang lemak perutnya sedikit di usia yang sama.

3. Asma

Wanita yang lemak visceralnya tinggi (lingkar pinggang lebih dari 35 inci) 37% lebih mungkin terkena asma dibandingkan wanita yang lingkar pinggangnya lebih kecil – bahkan dengan berat badan normal.

Para peneliti percaya bahwa lemak perut dapat meningkatkan risiko asma, karena memicu peradangan berlebih di seluruh tubuh, termasuk di saluran pernapasan.

4. Kanker payudara

Wanita pra-menopause dengan obesitas abdominal berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Lingkar pinggang besar juga sebenarnya dikaitkan dengan risiko kanker payudara di antara wanita pasca-menopause. Namun, efeknya ini tidak signifikan setelah memperhitungkan status gizi berdasarkan BMI/IMT juga.

5. Kanker kolorektal

Sebuah penelitian Korea di American Journal of Gastroenterology tahun 2010 menunjukkan bahwa orang dengan lemak visceralnya tinggi berisiko tiga kali lipat mengalami adenoma kolorektal (polip prakanker) daripada yang jumlah lemak visceralnya sedikit.

Para peneliti juga menegaskan bahwa polip adenomatosa di usus besar berkaitan dengan resistensi insulin, yang juga dapat meningkatkan risiko kanker.

Cara mengatasi perut buncit

Ada beberapa cara mengatasi perut buncit yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Makan makanan dengan sehat, beragam, dan bergizi seimbang. Ini membantu Anda mencapai dan mempertahankan berat badan sehat. Perbanyak asupan makanan yang mengandung kalsium, batasi bahkan hindari produk yang memicu perut buncit, termasuk lemak trans, serta makanan dan minuman yang tinggi gula dan garam.
  • Hindari merokok. Semakin banyak Anda merokok, semakin besar peluang Anda menyimpan lemak di perut daripada di pinggul atau paha.
  • Cukup tidur.
  • Kelola stres dengan baik, karena kadar hormon stres – kortisol – yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan penumpukan lemak visceral, bahkan pada wanita kurus.
  • Rajin berolahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, setidaknya 150 menit dalam seminggu atau intensitas berat, seperti berlari, setidaknya 75 menit dalam seminggu.
  • Jangan asal mau cepat, seperti sedot lemak, untuk menghilangkan lemak. Tindakan ini tidak akan pernah mencapai ke bagian dalam dinding perut Anda.

Bersama Reishi/Lingzhi, dapat membantu mengurangi kelebihan lemak di perut

jamur-reishi-lingzhi-bantu-kecilkan-perut-buncit

Tahukah Anda bahwa ekstrak jamur Reishi adalah salah satu suplemen kesehatan yang efektif menjaga berat badan sehat? Ini karena jamur Reishi memiliki kemampuan dalam mengatasi kelebihan lemak di tubuh Anda melalui mekanisme berikut:

1. Mencegah disbiosis usus dan gangguan metabolisme terkait obesitas

Sekelompok ilmuwan internasional pada tahun 2015 telah menerbitkan laporan tentang efek jamur Reishi (Ganoderma lucidum) dalam mengurangi berat badan, peradangan berlebihan, dan resistensi insulin pada tikus yang diberi diet tinggi lemak.

Tidak hanya membalikkan disbiosis usus, ekstrak jamur Reishi juga mampu mempertahankan integritas penghalang usus dan mengurangi endotoksemia metabolik.

Hal ini diduga berasal dari senyawa polisakarida – dengan berat molekul tinggi (> 300 kDa) – yang diisolasi dari ekstrak jamur Reishi dan menghasilkan efek anti-obesitas dan modulasi mikrobiota.

Oleh sebab itu, G. lucidum dan polisakarida di dalamnya dapat digunakan sebagai agen prebiotik untuk mencegah disbiosis usus dan gangguan metabolisme terkait obesitas pada orang yang obesitas.

2. Menurunkan kadar kolesterol total

Dalam jurnal Lipids in Health and Disease (2004) menjelaskan bahwa fraksi organik dalam jamur Reishi yang mengandung turunan lanosterol beroksigen dapat menghambat sintesis kolesterol pada hewan uji.

Meski 5% ekstrak jamur Reishi tidak memengaruhi kadar kolesterol-LDL pada hamster, tetapi dapat menurunkan kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol-HDL.

Secara keseluruhan, esktrak jamur Reishi berpotensi menurunkan kolesterol-LDL secara in vivo melalui berbagai mekanisme. Tentunya, hal ini perlu diteliti lebih lanjut lagi oleh para ahlinya.

3. Mengontrol diferensiasi adiposit dan pengambilan glukosa

Sebuah studi di PubMed menunjukkan bahwa suplemen makanan dari ekstrak jamur Reishi atau Ganoderma lucidum (dalam penelitian ini menggunakan sampel ReishiMax (RM)) yang mengandung triterpen dan polisakarida dapat:

  • Menghambat diferensiasi adiposit.
  • Menekan ekspresi enzim dan protein yang bertanggung jawab dalam sintesis, transportasi, dan penyimpanan lemak di tubuh.
  • Menginduksi AMP-activated protein kinase (AMPK) dan meningkatkan penyerapan glukosa oleh adiposit.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jamur Reishi dapat mengontrol diferensiasi adiposit dan pengambilan glukosa oleh tubuh. Dengan catatan, manfaat kesehatan dari suplemen Reishi yang digunakan masih perlu diteliti lebih lanjut secara klinis.

Inilah beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui tentang perut buncit. Seperti penjelasan di atas, perut buncit berkaitan dengan jumlah lemak visceral atau “lemak tersembunyi” yang banyak di perut. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berakibat fatal untuk kesehatan Anda.

Jadi, mulailah menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat secara konsisten. Bila perlu, optimalkan kesehatan Anda dengan mengonsumsi suplemen makanan dari ekstrak jamur Reishi, yang juga terbukti dapat mencegah dan membantu memangkas kelebihan lemak di dalam tubuh.

Cover photo by jcomp – www.freepik.com

Baca Juga:
Apakah Fatty Liver Bisa Disembuhkan?
Apakah Jantung Koroner Bisa Sembuh atau Tidak?
Begini Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal yang Harus Diwaspadai

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email