Ciri-Ciri Kanker Payudara Berikut Penting Dideteksi Sedari Dini!

ciri-ciri-kanker-payudara-yang-harus-diketahui
Angka kematian karena kanker payudara menurun hingga 1% setiap tahun (2013 - 2018). Tentunya, hal ini dapat terjadi karena adanya kesadaran untuk skrining ciri-ciri kanker payudara sedari dini.

Ciri-ciri kanker payudara penting dideteksi sejak dini untuk mencegah perkembangan kanker lebih lanjut, jika Anda didiagnosis mengalaminya. Kanker payudara mungkin sudah tidak asing lagi Anda dengar, terutama di kalangan wanita. Namun, satu hal yang pasti, tidak ada satu orang pun yang benar-benar ingin mengalaminya. Bahkan, seseorang yang berisiko tinggi, karena faktor gen atau riwayat keluarga misalnya, kabar mengidap kanker payudara adalah hal yang sangat mengejutkan dan menyedihkan.

Sayangnya, Anda tidak dapat mengontrol apakah Anda akan menderita kanker payudara atau tidak. Namun, dengan mengetahui ciri-ciri kanker payudara sejak awal dapat menyelamatkan hidup Anda. Inilah mengapa kesadaran dan deteksi dini kanker payudara sangat penting.

Seberapa umum kejadian kanker payudara?

Menurut dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, kanker telah menjadi penyebab kematian ketiga setelah jantung dan stroke di Indonesia. Umumnya, sasaran kanker terjadi pada kelompok anak-anak, pria, dan wanita. Kanker yang sering menyerang wanita adalah kanker payudara, sedangkan pada pria adalah kanker paru-paru dan kolorektal. Sementara anak-anak sering mengalami leukimia, atau masyarakat awam menyebutnya sebagai kanker darah.

Data Kemenkes RI (2015) juga mengungkapkan jumlah penderita kanker payudara di Indonesia telah mencapai 61.682 orang dengan prevalensi 12 per 100.000 perempuan. Kanker payudara menempati posisi kedua sebagai penyakit kanker terbanyak setelah kanker serviks (leher rahim) yang menyerang perempuan di Indonesia.

American Cancer Society memprediksi kejadian kanker payudara di Amerika Serikat pada tahun 2021, di mana akan muncul sekitar:

  • 281.550 kasus baru kanker payudara pada wanita.
  • 49.290 kasus baru karsinoma duktal.
  • 43.600 wanita yang meninggal dunia akibat kanker payudara.

Faktanya, 1 dari 39 wanita diprediksi akan meninggal dunia karena mengalami kanker payudara.

Penyebab dan faktor risiko

Melansir dari laman Mayo Clinic, kanker payudara bisa berawal dari sel-sel di saluran penghasil susu (karsinoma duktal invasif), jaringan kelenjar yang disebut lobulus (karsinoma lobular invasif), atau jaringan lain di payudara. Para ahli telah mengidentifikasi faktor hormonal, gaya hidup, dan lingkungan yang mungkin bisa meningkatkan risiko kanker. Namun, tidak jelas mengapa sebagian orang yang tidak memiliki faktor risiko tersebut juga bisa mengidap kanker. Diduga, penyebab kanker payudara adalah interaksi antara materi genetik dan lingkungan.

Meskipun ada beberapa faktor yang mungkin menempatkan Anda lebih berisiko mengalami kanker payudara, tetapi bukan berarti Anda akan mengidap kanker payudara. Banyak wanita yang mengalami kanker payudara justru tidak memiliki faktor risiko yang diketahui, selain hanya menjadi wanita. Beberapa faktor risiko kanker payudara, meliputi:

  • Wanita. Ini karena menjadi wanita jauh lebih mungkin mengembangkan kanker payudara dibandingkan pria.
  • Bertambahnya usia.
  • Kondisi kesehatan payudara, seperti lobular carcinoma in situ (LCIS) atau hiperplasia atipikal payudara meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Riwayat kanker di satu payudara.
  • Riwayat keluarga terkait kanker payudara. Namun, mayoritas penderita kanker payudara tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga.
  • Mutasi gen, yang disebut sebagai BRCA1 dan BRCA2, dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker lainnya.
  • Paparan radiasi di bagian dada.
  • Kegemukan atau obesitas.
  • Siklus menstruasi di usia yang lebih muda, seperti mulai haid sebelum usia 12 tahun.
  • Menopause di usia yang lebih tua.
  • Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua, seperti setelah usia 30 tahun.
  • Belum pernah hamil.
  • Terapi hormon pascamenopause, seperti mengonsumsi obat terapi hormon.
  • Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.

Ciri-ciri kanker payudara yang penting dideteksi sejak dini

Kabar baiknya, sejak tahun 2007, tingkat kematian akibat kanker payudara stabil pada wanita berusia < 50 tahun dan terus menurun pada wanita yang lebih tua. Dari tahun 2013 – 2018, angka kematian karena kanker payudara menurun hingga 1% setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kesadaran payudara, pemeriksaan dini ciri-ciri kanker payudara, serta perawatan kanker yang lebih baik.

Cancer Treatment Centers of America (2020) menjelaskan ciri-ciri kanker payudara yang umum terjadi pada tahap awal sebagai upaya deteksi dini, yaitu:

  1. Perubahan kulit, seperti bengkak, kemerahan, atau perubahan lainnya yang muncul di salah satu atau kedua payudara.
  2. Peningkatan ukuran atau perubahan bentuk payudara.
  3. Perubahan pada salah satu atau kedua puting.
  4. Keluar cairan dari puting selain ASI.
  5. Mengalami nyeri di bagian sekitar payudara.
  6. Terasa ada benjolan di dalam payudara.

Gejala yang mungkin lebih spesifik pada kasus kanker payudara, yaitu:

  • Payudara terasa gatal atau iritasi.
  • Warna payudara mulai berubah.
  • Ukuran atau bentuk payudara mengalami peningkatan dalam waktu singkat.
  • Payudara mungkin terasa keras, lembut, atau hangat saat disentuh.
  • Kulit puting mengalami pengelupasan.
  • Terasa ada benjolan atau penebalan di payudara.
  • Kulit payudara berwarna kemerahan atau pitting (seperti kulit jeruk).

Meskipun kanker payudara lebih sering dialami oleh wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan pria juga akan mengalaminya. Adapun tanda peringatan dini kanker payudara pada pria hampir serupa dengan wanita.

Ciri-ciri kanker payudara yang umum terjadi (Ilustrasi oleh studiogstoc).

Apa yang harus dilakukan saat mengalami tanda peringatan dini?

Jika Anda merasakan salah satu dari tanda peringatan dini kanker payudara di atas, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter. Dokter Anda akan memeriksa payudara Anda, baik secara visual maupun manual, untuk memastikan ciri-ciri kanker payudara yang Anda alami. Setelah itu, Anda mungkin akan direkomendasikan melakukan serangkaian tes, seperti mammogram, ultrasound, MRI payudara, atau biopsi.

Penting untuk diingat bahwa ciri-ciri kanker payudara yang Anda rasakan mungkin juga menandakan kondisi kesehatan lain. Misalnya, perubahan kulit payudara dapat disebabkan oleh masalah kulit seperti eksim, atau pembengkakan kelenjar getah bening yang dapat disebabkan oleh infeksi payudara atau penyakit lainnya yang tidak terkait. Oleh sebab itu, jika Anda merasakan tanda peringatan dini kanker payudara, segeralah menemui dokter untuk dievaluasi lebih lanjut.

Tips mencegah kanker payudara

Beberapa cara mencegah kanker payudara atau mengurangi risikonya, terutama pada wanita yang berisiko tinggi adalah:

  • Selalu rutin melakukan deteksi dini pada payudara sendiri.
  • Kenali payudara Anda melalui pemeriksaan payudara sendiri untuk kesadaran payudara. Sewaktu-waktu, jika ada perubahan seperti benjolan atau tanda lainnya, segera bicarakan dengan dokter Anda.
  • Kurangi atau hindari minuman beralkohol.
  • Rajin berolahragalah, setidaknya 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu.
  • Batasi menjalani terapi hormon pascamenopause. Jika memang harus, gunakan dalam dosis serendah mungkin dan waktu sesingkat mungkin.
  • Pertahankan berat badan yang sehat dan ideal.
  • Terapkan pola makan yang sehat, seperti diet Mediterania yang berfokus pada makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, polong-polongan, dan kacang-kacangan. Selain itu, diet ini juga memilih lemak yang sehat, seperti minyak zaitun, mentega, dan ikan, daripada daging merah.
  • Jika dokter menyatakan Anda berisiko tinggi kanker payudara, Anda dapat mendiskusikan pilihan perawatan untuk mengurangi risiko, di antaranya:
    • Obat pencegahan (chemoprevention), seperti obat penghambat estrogen (modulator reseptor estrogen selektif dan inhibitor aromatase).
    • Operasi pencegahan, seperti operasi pengangkatan payudara yang sehat (mastektomi profilaksis).
  • Bila perlu, dukung kesehatan Anda dengan mengonsumsi suplemen jamur Reishi untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker payudara. Terlebih lagi, kandungan senyawa bioaktifnya juga mampu menekan pertumbuhan sel kanker atau tumor, sehingga efektif dijadikan sebagai terapi pendamping pengobatan kanker.

alasan-jamur-reishi-dapat-mencegah-kanker-payudara
Khasiat jamur Reishi dalam mencegah dan membantu pengobatan kanker.

Dengan mendeteksi ciri-ciri kanker payudara sedari dini, penanganan kanker selanjutnya bisa ditentukan dengan baik. Ingat! Selalu terapkan pola makan dan gaya hidup sehat, serta dukung kesehatan Anda dengan suplemen jamur Reishi agar lebih optimal. Together, we prevent cancer!

Selamat Hari Kanker Sedunia – 4 Februari 2021

Photo by jcomp – www.freepik.com

Baca Juga:
10 Karsinogen, Zat Pemicu Sel Kanker yang Umum di Sekitar Anda
Rahasia Jamur Reishi Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh (Immune Booster)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email