Tahukan Anda? Bahwa kanker adalah kata Latin untuk “kepiting”. Sebutan ini tampaknya pantas, mengingat keganasan dari kanker layaknya kepiting. Kanker kadang-kadang tampak terlihat menggenggam jaringan yang diserangnya. Inilah mengapa kanker juga bisa disebut keganasan, tumor ganas, atau neoplasma. Namun ingat, kanker BUKAN tumor jinak dan kanker TIDAK menular. Hingga saat ini, pengobatan kanker ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Salah satu terapi pendamping alami yang telah terbukti dapat membantu pengobatan kanker adalah Red Reishi atau Lingzhi. Teruslah simak ulasan berikut untuk melihat cara jamur Reishi/Lingzhi dapat meningkatkan perawatan dan pengobatan kanker.

Kenali, apa itu kanker?

Kanker adalah pertumbuhan sel yang abnormal yang cenderung berkembang biak dengan tidak terkontrol, bahkan dapat bermetastasis (menyebar) ke bagian tubuh lainnya. WHO mendefinisikan kanker sebagai sekelompok besar penyakit yang dimulai dari hampir semua jaringan atau organ tubuh ketika sel abnormal tumbuh tak terkendali, melampaui batas dengan menyerang bagian tubuh yang berdekatan, dan/atau menyebar ke organ lain. Proses di mana kanker telah bermetastasis inilah yang merupakan penyebab utama kematian seseorang akibat kanker.

WHO juga telah menyatakan bahwa kanker adalah penyebab kematian kedua secara global, yaitu sekitar 9,6 juta kematian akibat kanker pada tahun 2018. Jenis kanker yang paling umum terjadi pada pria adalah kanker paru-paru, lambung, kolorektal, prostat, dan hati. Sementara itu, kanker payudara, paru-paru, kolorektal, serviks, dan tiroid adalah jenis kanker yang paling umum di antara wanita.

Penyebab kanker

Melansir dari Mayo Clinic, kanker disebabkan oleh mutasi genetik (perubahan DNA) di dalam sel. DNA dikemas dengan sejumlah besar gen individu, yang masing-masing berisi sekumpulan instruksi untuk memberi tahu apa yang harus dilakukan sel, termasuk cara tumbuh dan membelahnya sel. Adanya kesalahan dalam instruksi dapat menyebabkan sel berhenti melakukan fungsi normalnya dan memungkinkan sel berkembang menjadi kanker.

Apa yang mutasi gen lakukan?

Adanya mutasi gen akan memerintahkan sel Anda yang sehat untuk:

  • Tumbuh dan membelah lebih cepat, sehingga menciptakan banyak sel baru yang semuanya bermutasi sama.
  • Gagal menghentikan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, sehingga berkembang menjadi sel kanker. Ingatlah, sel yang normal tahu kapan ia harus berhenti tumbuh, sehingga Anda memiliki setiap jenis sel dengan jumlah yang tepat.
  • Tidak mampu memperbaiki kerusakan DNA dan melakukan koreksi, sehingga menyebabkan mutasi menjadi sel kanker.

Jenis mutasi gen inilah yang paling umum ditemukan pada kanker. Masih banyak mutasi gen lainnya yang dapat berkontribusi menyebabkan kanker.

Apa penyebab mutasi gen?

Beberapa alasan seseorang bisa mengalami mutasi gen, yaitu:

  • Bawaan sejak lahir.
    Seseorang mungkin saja terlahir dengan mutasi genetik yang diwarisi dari orang tuanya. Penyebab mutasi ini menyumbang sebagian kecil dari kasus kanker.
  • Terjadi setelah lahir dan tidak diwariskan.
    Berbagai faktor dapat menyebabkan mutasi gen, seperti radiasi, merokok, virus, terpapar bahan kimia penyebab kanker (karsinogen), obesitas, hormonal, peradangan kronis, dan jarang olahraga.

Umumnya, mutasi gen sering terjadi selama pertumbuhan sel normal. Namun terkadang, sel tidak mampu mengenali kapan kesalahan instruksi terjadi dan memperbaiki kesalahan tersebut. Akibatnya, sel sehat pun menjadi kanker.

Bagaimana mutasi gen berinteraksi satu sama lain?

Mutasi gen yang dimiliki seseorang sejak lahir dan yang diperoleh sepanjang hidup dapat bekerja sama menyebabkan kanker. Misalnya, jika Anda mewarisi mutasi gen yang membuat Anda rentan terhadap kanker, belum tentu Anda juga terkena kanker. Sebaliknya, Anda mungkin perlu satu atau lebih penyebab mutasi gen lainnya hingga bisa mengalami kanker. Mutasi gen yang diwariskan dapat membuat Anda lebih mungkin terkena kanker dibandingkan orang yang hanya terpapar zat penyebab kanker tertentu. Memang, hingga saat ini tidak jelas berapa banyak mutasi gen yang harus terakumulasi agar kanker terbentuk. Hal ini pun dapat bervariasi di antara jenis kanker.

Gejala kanker

Umumnya, gejala kanker sangat bervariasi, berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun, dan atau semakin memburuk seiring waktu. Banyak juga gejala kanker mirip dengan gejala penyakit lain, sehingga Anda mungkin tidak mengenalinya sejak awal. Dalam kebanyakan kasus, butuh waktu lama seseorang untuk tahu dirinya mengalami kanker.

Beberapa gejala umum kanker, meliputi:

  • Muncul benjolan, terasa sakit, dan tak kunjung sembuh, termasuk di mulut.
  • Ada tahi lalat yang berubah bentuk, ukuran, atau pigmentasi.
  • Mengalami perubahan atau kerusakan pada kulit yang sebelumnya tidak ada atau semakin meningkat dari sebelumnya.
  • Muntahannya berdarah, tinja, kencing, atau batuk yang mengeluarkan darah.
  • Batuk terus-menerus.
  • Sakit tenggorokan berkepanjangan.
  • Kelelahan.
  • Perubahan pergerakan usus atau buang air kecil.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Tubuh terasa sakit.
  • Kulit menguning.

Faktor risiko kanker

Dokter mungkin menjelaskan beberapa faktor risiko Anda bisa mengalami kanker, meskipun banyak kasus kanker tidak diketahui faktor risikonya. Beberapa faktor yang diketahui meningkatkan risiko kanker, meliputi:

  1. Usia, kebanyakan kanker ditemui pada usia 65 tahun ke atas, tetapi kanker tetap bisa dialami pada usia berapa pun.
  2. Gaya hidup atau kebiasaan, seperti merokok, minum minuman beralkohol, paparan sinar matahari, kegemukan, dan melakukan hubungan seks yang tidak aman.
  3. Pola makan, seperti senyawa nitrit dan hidrokarbon poli aromatik yang dihasilkan dari makanan yang dipanggang (efek karsinogen, yaitu zat penyebab kanker).
  4. Riwayat keluarga, meskipun mutasi genetik dapat diturunkan, tetapi tidak selalu orang tersebut akan terkena kanker.
  5. Riwayat kesehatan, seperti kolitis ulserativa, dapat meningkatkan risiko kanker tertentu.
  6. Bakteri atau virus, seperti H. pylori (penyebab gastritis); HBV, HCV (penyebab hepatitis), dan EBV (penyebab radang limfoid tenggorokan).
  7. Obat-obatan tertentu, seperti agen antineoplastik tertentu, hormon tertentu, dan obat-obatan yang menyebabkan defisiensi imun.
  8. Lingkungan, yang mungkin mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat meningkatkan risiko kanker, seperti asbes dan benzena.

Pengobatan kanker

Umumnya, mendeteksi kanker sejak dini dapat memberikan peluang lebih besar untuk bisa sembuh dari kanker tersebut. Beberapa jenis kanker yang dilakukan tes skrining sejak awal dapat diselamatkan, tetapi belum tentu untuk kanker lainnya.

Diagnosis kanker

Untuk menegakkan diagnosis kanker, dokter mungkin akan menggunakan satu atau lebih pendekatan, meliputi:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes laboratorium, seperti tes urin dan darah.
  • Tes pencitraan, termasuk CT scan, MRI, PET, ultrasound, dan sinar-X.
  • Biopsi, yaitu dengan mengumpulkan sampel sel untuk diuji di laboratorium. Dalam kebanyakan kasus, biopsi adalah satu-satunya cara untuk mendiagnosis kanker secara pasti.

Di laboratorium, sampel sel yang diuji dan mengalami kanker akan menunjukkan perbedaannya. Sel yang normal terlihat seragam, ukurannya serupa, dan pengaturan teratur. Sementara itu, sel kanker terlihat kurang teratur, ukurannya bervariasi, dan tanpa pengaturan yang jelas.

Tahapan kanker

Setelah kanker didiagnosis, dokter akan menentukan tahapan (stadium) kanker Anda. Tahapan kanker umumnya ditunjukkan dengan angka Romawi I – IV. Semakin tinggi angkanya, semakin parah derajat kankernya. Penentuan stadium kanker ini untuk menentukan pilihan pengobatan kanker dan peluang Anda untuk sembuh. Beberapa tes dan prosedur penentuan stadium mungkin juga dilakukan, termasuk scan tulang atau sinar-X, untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Tujuan pengobatan kanker

Ada beberapa macam pengobatan kanker yang dapat dijalani sesuai dengan saran dan instruksi dari dokter Anda. Perawatan dan pengobatan kanker ini memiliki tujuan yang berbeda-beda, seperti:

  • Mencapai kesembuhan untuk kanker, sehingga memungkinkan penderitanya untuk hidup normal.
  • Perawatan primer untuk menghilangkan kanker sepenuhnya dari tubuh atau membunuh sel-sel kanker, seperti operasi, terapi radiasi, atau kemoterapi.
  • Pengobatan adjuvan untuk membunuh sel kanker yang mungkin tersisa setelah perawatan primer, sehingga mengurangi risiko kambuhnya kanker. Misalnya, kemoterapi, terapi radiasi, dan terapi hormon.
  • Perawatan paliatif untuk membantu meringankan efek samping pengobatan atau tanda dan gejala kanker. Ini termasuk pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi hormon, dan obat-obatan.

Macam-macam pengobatan kanker

Setelah Anda didiagnosis dan mengetahui stadium kanker, selanjutnya dokter akan menentukan jenis pengobatan kanker yang dapat dilakukan. Adapun pilihan pengobatan kanker, meliputi:

  • Operasi untuk mengangkat kanker sebanyak mungkin.
  • Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
  • Terapi radiasi seperti sinar-X, untuk membunuh sel kanker.
  • Transplantasi sumsum tulang atau transplantasi sel induk (stem cell), dapat menggunakan sel Anda sendiri atau sel donor.
  • Imunoterapi atau terapi biologis, menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.
  • Terapi hormon untuk menghilangkan atau menghalangi efek hormon, sehingga sel kanker berhenti tumbuh.
  • Terapi obat tertarget, berfokus membunuh sel kanker di bagian tubuh tertentu, sehingga sel kanker tidak mampu bertahan hidup dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Uji klinis untuk menyelidiki cara baru mengobati kanker.

Cara Red Reishi/Lingzhi sebagai terapi pendamping dalam pengobatan kanker

 

Jadi, diharapkan dengan mengonsumsi jamur Reishi sebagai terapi pendamping pengobatan kanker dapat meminimalisir efek samping pengobatan kanker melalui kemoterapi atau radioterapi, mempercepat proses pemulihan tubuh (recovery), dan meningkatkan kualitas kesehatan penderita kanker.

 

 

 

 

Baca Juga:

 

 

Manfaat Jamur Lingzhi untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi COVID-19