Apakah Fatty Liver Bisa Disembuhkan?

apakah-fatty-liver-bisa-disembuhkan
Hingga saat ini, tidak ada obat spesifik yang dapat mengobati fatty liver. Meskipun begitu, bukan berarti penderita fatty liver kehilangan harapan untuk bisa "sembuh" dari penyakit ini.

Banyak orang yang masih belum menyadari bahayanya fatty liver jika dibiarkan begitu saja. Faktanya, fatty liver bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih parah, termasuk kanker hati. Lalu, apakah fatty liver bisa disembuhkan? Adakah pengobatan yang ampuh dan efektif untuk menyembuhkan penyakit ini? Yuk, cari tahu lebih banyak di sini!

Apa sih itu fatty liver?

Pada dasarnya, hati memang menyimpan lemak. Namun, lemak yang menumpuk sangat banyak dapat membuat hati Anda tidak berfungsi dengan normal. Inilah yang kemudian dikenal sebagai fatty liver atau perlemakan hati. Penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) terjadi akibat penumpukan lemak di hati (lebih dari 5% dari berat hati), yang bukan karena konsumsi alkohol berlebihan, autoimun, infeksi, atau penyakit hati lainnya.

Penumpukan lemak ekstra di hati ini biasanya memang tidak menimbulkan gejala apa pun. Akibatnya, sering kali penderitanya pertama kali tahu secara tidak sengaja pada saat melakukan medical check up atau tes pencitraan, seperti USG, CT scan, atau MRI, yang dilakukan karena alasan lain.

Perlemakan hati juga dapat diketahui dengan tes pencitraan pada saat melakukan tes darah untuk kasus hati abnormal. Fatty liver berkaitan erat dengan diabetes, obesitas, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh menyepelekan penyakit ini dan penting untuk memahami penyebab, konsekuensi, serta perawatan terbaiknya.

Jenis fatty liver

Ada dua jenis penyakit fatty liver, yaitu penyakit perlemakan hati non-alkohol (NAFLD) dan alkoholik. Ini penjelasannya:

1. Penyakit perlemakan hati non-alkohol (NAFLD).

NAFLD sendiri dibagi menjadi 2 jenis lagi, yaitu perlemakan hati sederhana atau non-alkohol (NAFL) dan steatohepatitis non-alkohol (NASH).

Perlemakan hati sederhana (NAFL)

Keberadaan lemak di hati yang sedikit atau tidak menunjukkan adanya kerusakan pada sel hati. Kondisi ini jarang berkembang menjadi lebih parah.

Steatohepatitis non-alkohol (NASH)

Kondisi di mana hati Anda sudah mengalami peradangan dan kerusakan pada selnya. Bila dibiarkan, NASH bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti kanker hati atau sirosis.

2. Penyakit perlemakan hati alkoholik.

Fatty liver yang disebabkan oleh minum minuman beralkohol secara berlebihan. Kelebihan alkohol akan dimetabolisme hati dan menghasilkan zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan peradangan. Kondisi ini dapat berkembang menjadi hepatitis alkoholik atau sirosis.

Sirosis

Kedua jenis fatty liver di atas sama-sama bisa berkembang menjadi sirosis. Sebenarnya, apa sih sirosis ini? Sirosis adalah stadium penyakit hati yang paling serius. Ini terjadi ketika jaringan parut telah menggantikan jaringan hati Anda yang sehat. Akibatnya, hati Anda mengalami kegagalan fungsi. Inilah mengapa Anda harus segera mencari pertolongan medis, karena sirosis bisa mengancam nyawa. Tanda-tanda fatty liver Anda sudah berkembang menjadi sirosis, meliputi:

  • Kulit terasa gatal.
  • Memar atau berdarah.
  • Gangguan memori dan kebingungan.
  • Bengkak di kaki atau tungkai bawah.
  • Perut kembung.
  • Penyakit kuning, yaitu ketika kulit dan mata berubah warna jadi menguning.

Mengapa seseorang bisa mengalami perlemakan hati?

Sebenarnya, penyebab fatty liver belum sepenuhnya jelas. Namun, ada kemungkinan faktor genetika ikut berperan. Sebuah artikel yang diterbitkan oleh World Journal of Gastroenterology, faktor gen dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami NAFLD hingga 27%.

Selain itu, fatty liver telah dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan yang dianggap dapat meningkatkan risikonya, yaitu:

  1. Kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas.
  2. Tekanan darah tinggi.
  3. Diabetes mellitus tipe 2.
  4. Sindrom metabolik, yaitu sekelompok kondisi medis yang terkait dengan obesitas.
  5. Resistensi insulin.
  6. Kadar lemak yang tinggi dalam darah, seperti kolesterol dan trigliserida tinggi (lebih dari 150 – 199 mg/dL).

Penyebab fatty liver yang kurang umum, seperti hepatitis C, penurunan berat badan yang cepat, dan beberapa obat-obatan, termasuk diltiazem dan glukokortikoid. Kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan juga telah menjadi penyebab penyakit perlemakan hati alkoholik. Ini karena alkohol yang dipecah oleh hati melepaskan zat atau racun berbahaya yang dapat merusak sel hati dan menyebabkan peradangan.

Bisakah fatty liver disembuhkan?

Hingga saat ini, tidak ada obat spesifik yang dapat mengobati NAFLD. Meskipun begitu, bukan berarti penderita fatty liver kehilangan harapan untuk bisa sembuh dari penyakit ini. Bergantung pada stadium atau tingkat keparahannya, beberapa tindakan dapat mempertahankan dan meningkatkan fungsi hati Anda.

Jika Anda telah didiagnosis fatty liver, penting untuk menjaga hati Anda sesehat mungkin dengan menghindari apa pun yang dapat merusak fungsi dan kerja hati Anda. Berikut beberapa hal penting yang harus Anda lakukan:

  1. Jangan minum terlalu banyak alkohol, lebih baik lagi jika Anda menghindari alkohol sepenuhnya.
  2. Pastikan Anda tidak mengonsumsi obat, jamu, atau suplemen yang dapat memicu efek hepatoksik atau beracun bagi hati, seperti penggunaan acetaminophen jangka panjang.
  3. Mendapatkan vaksinasi untuk melindungi hati dari virus hepatitis A dan B.
  4. Mengendalikan kondisi kesehatan lain yang berkaitan dengan kondisi hati Anda, seperti kelebihan berat badan, diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
  5. Tes skrining rutin jika Anda sudah menderita sirosis.

Perubahan gaya hidup, perawatan penyakit perlemakan hati paling efektif

Sejauh ini, pengobatan fatty liver yang paling efektif dengan melakukan perubahan gaya hidup. Ini adalah kabar baik yang mungkin menjadi kabar buruk juga, karena biasanya, hal ini sangat sulit dilakukan, dicapai, dan dipertahankan oleh banyak orang. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda melewati kondisi ini adalah:

  1. Menurunkan berat badan sesuai dengan arahan dokter atau ahli gizi Anda.
  2. Rajin berolahraga secara rutin, seperti latihan aerobik.
  3. Menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang.

Beberapa makanan yang dapat membantu mencegah fatty liver semakin parah termasuk bawang putih, kopi, asparagus, daun bawang, dan probiotik. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat menurunkan kadar lemak di hati. Diet ini menekankan pada:

  • Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, polong-polongan, dan kacang-kacangan.
  • Mengganti mentega dengan minyak zaitun atau canola.
  • Membatasi daging merah dan makan lebih banyak ikan dan unggas tanpa lemak.

Selain itu, penderita fatty liver juga harus berusaha menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula sederhana, serta daging merah atau olahan. Menurut jurnal Nutrients, pola makan yang tidak sehat ini dapat meningkatkan massa lemak total dan viseral, resistensi insulin, pembentukan lemak (lipogenesis) di hati, dan disbiosis usus, yaitu ketidakseimbangan antar populasi mikroflora dalam saluran pencernaan.

Perawatan terbaik penyakit fatty liver

Kenapa jamur Reishi/Lingzhi bisa bantu mengatasi fatty liver?

Seperti yang telah dijelaskan, perawatan penyakit perlemakan hati fokus pada perubahan gaya hidup, salah satunya dengan memenuhi nutrisi penting untuk menunjang fungsi dan kerja hati yang lebih baik. Jamur Reishi/Lingzhi mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan dalam menjaga dan meningkatkan fungsi hati (hepatoprotektif), di antaranya:

  • Triterpenoid.
  • Polisakarida.
  • Sterol.
  • Steroid.
  • Peptida.

Kandungan senyawa bioaktif Ganoderma lucidum Polysaccharides (GLPS) dalam jamur Reishi juga mampu mengurangi peradangan. GLPS menghambat perubahan alanine aminotransferase dan aspartat aminotransferase yang diinduksi carbon tetrachloride (CCl4) dalam serum. Selain itu, GLPS juga dapat menghambat aktivitas radikal bebas nitric oxide synthase (NOS) dan sitokrom P450 2E1 (CYP2E1) di jaringan hati.

Hal inilah yang membuat jamur Reishi dapat berperan sebagai terapi penunjang dalam pengobatan dan perawatan fatty liver, sekaligus mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah, seperti kanker hati, hepatitis alkoholik, dan sirosis.

Baca Juga:
Mengenal Fungsi Hati dalam Sistem Pencernaan, Apa Pula Peran Red Reishi pada Hati?

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email