Jamur Reishi, Bantu Hancurkan Lemak Visceral yang Membandel

jamur-reishi-bantu-hancurkan-lemak-visceral
Perlu digarisbawahi bahwa lemak tidaklah berbahaya selama dikonsumsi secara cukup - tidak kurang dan tidak berlebihan. Hal yang membuat lemak visceral berbahaya adalah karena menumpuk terlalu banyak di rongga perut.

Lemak visceral (visceral fat) adalah salah satu jenis lemak yang – lagi-lagi – membuat sebagian besar masyarakat ‘memusuhi’ makronutrien ini. Jenis lemak ini dikenal juga sebagai lemak perut (belly fat), karena disimpan di dalam rongga perut.

Lemak ini terletak di dekat beberapa organ vital, seperti hati, lambung, dan usus, terkadang juga bisa menumpuk di arteri. Terkadang, lemak visceral juga disebut sebagai lemak aktif, karena secara aktif dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius.

Namun ingat, jika Anda pernah melihat orang yang perutnya buncit, bukan berarti itu hanya dari lemak visceral saja.

Mengapa? Karena lemak perut juga bisa menjadi lemak subkutan – lemak yang disimpan tepat di bawah kulit. Lemak subkutan ini juga ditemukan di bagian lengan dan kaki, sehingga lebih mudah dilihat. Sementara lemak perut adalah lemak yang terdapat di rongga perut dan tidak mudah terlihat.

Bahaya lemak visceral yang harus diwaspadai

Sebelum memulainya lebih jauh, perlu digarisbawahi terlebih dahulu, lemak tidaklah berbahaya selama dikonsumsi secara cukup – tidak kurang dan tidak berlebihan.

Hal yang membuat lemak visceral menjadi berbahaya adalah karena menumpuk terlalu banyak di perut. Melansir dari penjelasan WebMD, lemak visceral cenderung lebih berisiko untuk kondisi kesehatan daripada lemak subkutan.

Ilustrasi lemak visceral atau lemak perut

Studi tahun 2006 dan 2013 mengungkapkan bahwa sel lemak tidak sekadar menyimpan kelebihan energi di dalam tubuh, melainkan juga memproduksi sejumlah hormon dan zat inflamasi. Sel lemak visceral yang dikenal sangat aktif menghasilkan lebih banyak penanda inflamasi, seperti IL-6, IL-1β, PAI-1, dan TNF-α.

Seiring berjalannya waktu, hormon yang dihasilkan oleh sel lemak dapat meningkatkan inflamasi atau peradangan dan risiko penyakit kronis, seperti:

Penyakit jantung

Penyakit jantung, akibat terbentuknya plak di dalam arteri. Plak adalah kombinasi antara kolesterol dan zat lainnya yang berkembang dari waktu ke waktu, hingga akhirnya bisa pecah.

Saat plak pecah, maka darah di arteri akan membeku dan menghambat aliran darah. Gumpalan darah yang ada di arteri koroner (jantung) dapat menghalangi suplai oksigen untuk jantung. Akibatnya, muncul penyakit jantung koroner (PJK) atau serangan jantung.

Harvard Health juga menjelaskan bahwa volume lemak visceral yang lebih tinggi juga berdampak buruk pada beberapa faktor risiko penyakit jantung, seperti meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, kadar trigliserida, dan menurunkan kadar kolesterol-HDL (baik).

Secara keseluruhan, perubahan indikator ini dikenal sebagai sindrom metabolik, yang berisiko serius terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Perlemakan hati (fatty liver)

Lemak visceral juga dapat melepaskan penanda inflamasi dan asam lemak bebas melalui vena porta ke hati. Vena porta ini membawa darah dari sistem pencernaan (usus, pankreas, dan limpa) ke organ hati.

Jika darah yang dibawa mengandung banyak lemak, maka dapat menyebabkan lemak menumpuk di hati atau dikenal juga dengan fatty liver. Kondisi ini juga sangat berpotensi menyebabkan resistensi insulin hati dan diabetes tipe 2.

Selain itu, dampak buruk lemak visceral yang semakin membandel juga meningkatkan risiko:

  • Stroke.
  • Penyakit Alzheimer.
  • Kanker payudara.
  • Kanker kolorektal.

Cara mudah mengukur dan menilai lemak perut

Sebenarnya, satu-satunya cara untuk mendiagnosis lemak visceral secara pasti adalah dengan CT atau MRI scan. Umumnya, lemak visceral dievaluasi pada skala 1 – 59 saat didiagnosis dengan pemeriksaan lemak tubuh menggunakan scan MRI.

Normalnya, tingkat lemak visceral yang sehat kurang dari 13. Jika nilainya 13 – 59, maka disarankan untuk segera mengubah gaya hidup.

Harvard Health juga menyatakan bahwa sekitar 10 persen dari seluruh lemak tubuh adalah lemak visceral. Jika Anda menghitung total lemak tubuh, lalu ambil 10 persennya untuk memperkirakan jumlah lemak visceral Anda.

Sayangnya, prosedur medis ini cukup banyak merogoh saku dan memakan waktu Anda.

Oleh sebab itu, tenaga medis biasanya akan menggunakan alternatif pengukuran lain yang lebih mudah, cepat, dan tidak memakan banyak biaya. Beberapa cara sederhana mengukur lemak visceral adalah:

1. Lingkar pinggang (waist size)

Cara mudah untuk mengetahui apakah Anda berisiko atau tidak adalah dengan mengukur ukuran pinggang Anda.

Menurut Harvard Women’s Health Watch dan Harvard T.H. Chan School of Public Health, seseorang berisiko mengalami masalah kesehatan akibat lemak visceral apabila:

  • Wanita dengan ukuran pinggang 35 inci atau lebih.
  • Pria dengan ukuran pinggang 40 inci atau lebih.

Sayangnya, ini adalah tolak ukur yang kasar. WebMD juga menyatakan bahwa jika Anda keturunan Asia, maka indikatornya turun menjadi 31,5 inci untuk wanita dan 35,5 inci untuk pria.

2. Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI)

Indikator nilai BMI atau IMT

Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah nilai berat badan relatif terhadap tinggi badan Anda. Anda pun bisa menghitungnya sendiri dengan menggunakan rumus Berat Badan (kg) dibagi Tinggi Badan (m2) atau bantuan kalkulator daring.

Jika nilai IMT Anda 30 atau lebih, artinya Anda mengalami kelebihan berat badan (overweight). Status gizi ini sudah bisa menjadi pertanda lemak visceral. Lain halnya jika Anda orang Amerika keturunan Asia, indikatornya menjadi lebih rendah lagi, yaitu 23 atau lebih tinggi.

3. Rasio pinggul-ke-pinggang (hip-to-waist)

Sebelumnya, Anda sudah mengukur ukuran pinggang Anda. Hip-to-waist diperoleh dengan membagi ukuran pinggang dengan ukuran pinggul Anda.

Sebagian ahli beranggapan bahwa nilai ini dapat memberikan gambaran yang baik tentang risiko lemak visceral. Sayangnya, penelitian masih menunjukkan bahwa indikator ini tidak lebih baik dari pengukuran pinggang saja.

4. Bentuk tubuh

Bentuk tubuh Anda yang cenderung menyimpan lemak bisa juga memberikan Anda petunjuk.

Jika bentuk tubuh Anda adalah apel – berbadan besar dan kaki lebih ramping – sering kali diartikan lebih banyak lemak perut. Bentuk tubuh apel lebih umum dimiliki oleh pria. Sementara wanita lebih cenderung memiliki bentuk tubuh buah pir – pinggul dan paha yang lebih besar.

Penelitian menunjukkan bahwa lemak tubuh bagian atas lebih berbahaya bagi kesehatan, yang mungkin menjadi salah satu alasan wanita biasanya hidup lebih lama daripada pria.

Tips menghancurkan lemak visceral yang membandel

Perlu Anda pahami bahwa seseorang yang cenderung menjadi gemuk itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Tak hanya pola makan yang buruk saja, tetapi juga faktor gen, hormon, usia, berat badan lahir rendah (BBLR), dan apakah Anda sudah punya anak atau belum.

Kabar baiknya, lemak visceral lebih mudah dimetabolisme menjadi asam lemak, sehingga merespons terhadap perubahan pola makan dan gaya hidup secara lebih efisien daripada lemak di pinggul dan paha. Berikut beberapa cara yang dapat membantu menghancurkan lemak aktif ini adalah:

  • Rajin olahraga, setidaknya 30 menit dengan intensitas sedang hampir setiap hari, seperti jalan cepat, bersepeda dengan kecepatan santai, atau latihan dengan beban.
  • Diet sehat dan seimbang, misalnya perbanyak asupan kalsium, hindari produk yang mengandung lemak trans (minyak nabati terhidrogenasi) dan pemanis fruktosa.
  • Tinggalkan kebiasaan merokok.
  • Tidur yang cukup.
  • Kelola suasana hati Anda dengan baik.
  • Maksimalkan dengan suplemen jamur Reishi.
  • Tanamkan pikiran bahwa ini bukanlah proses yang cepat.

Peran suplemen jamur Reishi untuk bantu hilangkan lemak visceral

Sekelompok peneliti dari Taiwan pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa suplemen G. lucidum (jamur Reishi) mampu menurunkan regulasi aktivitas asetil-KoA hati karboksilase, sintesis asam lemak, dan lipoprotein lipase, serta meningkatkan aktivitas lipase yang sensitif hormon dalam jaringan adiposa perirenal. Selain itu, suplemen jamur Reishi juga mampu meningkatkan ekskresi trigliserida melalui feses.

Oleh karena itu, suplementasi harian G. lucidum dapat memperbaiki dislipidemia dan mengurangi penumpukan lemak visceral pada tikus diabetes yang diberi diet tinggi lemak. Mekanismenya berkaitan erat dengan sintesis, metabolisme, dan ekskresi lipid (lemak) di dalam tubuh.

Selain itu, jamur obat ini juga efektif dalam mengatasi kelebihan lemak di dalam tubuh, dengan cara:

  • Mencegah disbiosis usus dan gangguan metabolisme terkait obesitas.
  • Mengendalikan kadar kolesterol dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).
  • Membantu menurunkan berat badan.
  • Meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Meningkatkan aktivitas antiinflamasi, sehingga efektif mencegah hipertensi dan dislipidemia terkait obesitas.

Lemak visceral bukanlah lemak yang bisa dihilangkan dengan cepat. Anda perlu melakukan perbaikan hidup yang lebih sehat secara konsisten. Bila perlu, konsumsi suplemen jamur Reishi sebagai terapi pendamping untuk membantu Anda mengurangi penumpukan lemak secara efektif”.

Image by Bruno /Germany from Pixabay

Baca Juga:
Apakah Fatty Liver Bisa Disembuhkan?
Seberapa Efektif Pengobatan Diabetes dengan Red Reishi (Jamur Lingzhi)?
Ketahui, Cara Kerja Jamur Reishi (Lingzhi) untuk Menunjang Pengobatan Hipertensi!

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email