Seberapa Efektif Pengobatan Diabetes dengan Red Reishi (Jamur Lingzhi)?

seberapa-efektif-pengobatan-diabetes-dengan-red-reishi-atau-jamur-lingzhi
Pengobatan diabetes dengan Red Reishi dapat membantu mengontrol kadar gula darah Anda stabil, sehingga diabetes terkelola dengan baik.

Diabetes adalah suatu penyakit yang ditandai dengan melonjaknya kadar glukosa (gula darah). Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, maka dapat mengakibatkan berbagai komplikasi yang sangat serius.

Laporan International Diabetes Federation (IDF) (2019) menjelaskan bahwa diabetes adalah salah satu masalah kesehatan global yang berkembang sangat cepat di abad ke-21. Ada sekitar 463 juta orang menderita diabetes pada tahun 2019 dan diperkirakan semakin bertambah hingga 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045.

Pengobatan diabetes bertujuan mengontrol kadar gula darah dan ini melibatkan perubahan pola makan, gaya hidup, dan perawatan medis. Bila perlu, didukung dengan terapi nutrisi jamur Reishi. Bagaimana cara jamur Lingzhi (Reishi) dapat mengontrol kadar gula darah Anda?

nilai-kadar-gula-darah-normal
Nilai normal kadar glukosa (gula darah) di dalam tubuh

Pengertian diabetes

Diabetes adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan hormon insulin, yang berperan penting dalam mengubah kelebihan gula darah (glukosa) menjadi gula otot (glikogen). Penyakit ini telah memberikan dampak yang sangat serius bagi penderitanya, sehingga disebut-sebut sebagai the mother of diseases.

Jenis diabetes

Ada 3 jenis penyakit diabetes, yaitu:

  • Diabetes mellitus (DM) tipe I: disebabkan oleh autoimun, sehingga sel-sel pankreas tidak dapat mensekresikan hormon insulin.
  • DM tipe II: disebabkan oleh terganggunya fungsi kerja hormon insulin (resistensi insulin).
  • Diabetes gestational: diabetes yang terjadi pada saat hamil, dan biasanya dapat sembuh setelah melahirkan.

jenis-penyakit-diabetes
Tiga jenis utama penyakit diabetes, di mana diabetes mellitus tipe II adalah kasus yang paling sering terjadi

Faktor risiko diabetes

Beberapa faktor risiko diabetes di antaranya:

  • Usia, di mana DM tipe I lebih sering menyerang anak-anak, sedangkan DM tipe II sering menyerang orang yang berusia 45 tahun ke atas.
  • Faktor keturunan atau genetik.
  • Berat badan berlebih (overweight/obesitas).
  • Malas berolahraga atau aktivitas fisik.
  • Sering terpapar asap.
  • Stres atau depresi.
  • Mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti kolesterol tinggi.
  • Riwayat diabetes saat kehamilan (diabetes gestational).

Gejala diabetes

Seseorang yang mengalami diabetes akan menunjukkan sejumlah gejala, termasuk:

  • Sering merasa haus.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat di malam hari.
  • Merasa lapar terus-menerus.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Tubuh merasa lemas dan lelah.
  • Penglihatan mulai kabur.
  • Jika mengalami luka, maka lambat sembuh.
  • Sering mengalami infeksi, seperti di gusi, kulit, saluran kemih, atau vagina.

Komplikasi diabetes

Diabetes adalah penyakit yang dapat memengaruhi hampir semua fungsi organ tubuh. Jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Hiperglikemia dan hipoglikemia.
  • Berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf.
  • Masalah gigi dan mulut, seperti radang gusi, mulut kering, hingga infeksi jamur di mulut.
  • Disfungsi ereksi pada pria.
  • Infeksi di area vagina pada wanita.
  • Ketoasidosis diabetik.
  • Diabetic foot (kaki diabetik).
  • Amputasi (bukan disebabkan oleh trauma), disabilitas, hingga kematian.

Pengobatan diabetes

Melansir dari laman WebMD, ada beberapa pengobatan diabetes yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Obat-obatan.

Pengobatan diabetes tipe I yang utama tentunya dengan penanganan langsung dari dokter. Anda akan diresepkan suntik insulin dan diajarkan cara menggunakannya.

Sementara itu, bagi sebagian penderita diabetes tipe 2, pengaturan diet dan olahraga cukup untuk mengendalikan penyakit ini.

Namun, ada pula yang membutuhkan obat-obatan untuk menjaga kadar gula darah normal, termasuk insulin dan obat diabetes oral.

2. Pengaturan makan.

Makan makanan yang bergizi seimbang sangat penting bagi penderita diabetes. Keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak yang sehat dalam makanan sangat membantu menjaga glukosa tetap normal.

Penyusunan diet pada penderita diabetes bergantung pada banyak faktor, termasuk berat badan dan preferensi pribadi.

Jadi, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk membantu Anda menyiapkan rencana menu (meal plan). Umumnya, dokter merekomendasikan 3 kali makan kecil dan 3 – 4 kali camilan setiap hari.

3. Olahraga.

Olahraga juga menjadi elemen penting dalam program pengobatan diabetes. Jika Anda rutin berolahraga setiap hari, maka dapat meningkatkan penggunaan insulin di dalam tubuh, sehingga kadar gula darah menjadi turun.

Namun, untuk mencegah glukosa menjadi sangat rendah, Anda harus memeriksanya. Bila perlu, makan camilan berkarbohidrat sekitar setengah jam sebelum berolahraga.

Umumnya, penderita diabetes dianjurkan untuk berolahraga dengan intensitas sedang, setidaknya 150 menit setiap minggu, seperti berjalan kaki. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda apa saja olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

4. Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Menerapkan gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membantu mengontrol kadar gula darah Anda. Beberapa kebiasaan sehat yang dapat menjaga kadar gula darah normal adalah:

  • Hindari merokok.
  • Hilangkan kebiasaan minum minuman beralkohol.
  • Merawat gigi secara teratur.
  • Cukup istitahat dan tidur.
  • Kelola stres.
  • Lakukan prinsip hidup aktif, bukan sedentary lifestyle.

5. Pengobatan alternatif diabetes.

Mengelola diabetes dengan pengobatan alternatif tidak boleh dilakukan secara sendiri. Pengobatan diabetes ini untuk mendukung kesehatan Anda, terutama dalam mengontrol gula darah dan menekan risiko komplikasi yang serius.

Beberapa pengobatan alternatif untuk mengelola diabetes adalah:

  • Vitamin dan mineral, terutama magnesium, vitamin B6, B12, C, dan E.
  • Meditasi, hipnoterapi, dan yoga untuk mengurangi hormon stres.
  • Pengobatan herbal, termasuk Red Reishi atau jamur Lingzhi.

pengobatan-diabetes-dengan-reishi
Reishi atau jamur Lingzhi adalah pengobatan diabetes secara alami untuk membantu mengontrol kadar glukosa

Apa peran Red Reishi atau jamur Lingzhi sebagai pengobatan diabetes?

Red Reishi atau jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) adalah jamur yang sangat terkenal di Asia sebagai jamur berkhasiat obat. Jamur ini sudah diakui khasiatnya dalam sejarah pengobatan China lebih dari 2000 tahun lalu.

Selain itu, disebutkan juga bahwa di antara 6 jenis Reishi (merah, hitam, biru, putih, kuning, dan ungu), hanya Reishi merah yang dapat memberikan efek pengobatan paling efektif.

Menurut The Oriental Textbook of Oriental Medical Science, fungsi utama Red Reishi/Lingzhi untuk kesehatan adalah:

  • Membantu melancarkan sirkulasi darah.
  • Meningkatkan aktivitas metabolisme sel di dalam tubuh.
  • Memelihara kesehatan fungsi organ-organ internal.
  • Membantu penyembuhan penyakit karena peredaran darah yang buruk.

Cara kerja Red Reishi (jamur Lingzhi) sebagai terapi pendamping dalam pengobatan diabetes

Sebuah penelitian pada tahun 2015, berhasil menunjukkan Ganoderma lucidum memiliki efek penurunan kadar glukosa (hipoglikemik). Diduga, efek ini berasal dari kerja senyawa polisakarida, proteoglikan, protein, dan triterpenoid di dalamnya.

  • Polisakarida: meningkatkan kadar insulin dan menurunkan kadar glukosa.
  • Proteoglikan: menghambat aktivitas enzim protein tirosin fosfatase 1B, yang merupakan target terapi pada pengobatan diabetes.
  • Triterpenoid: menghambat aktivitas aldosa reduktase dan α-glukosidase yang dapat menekan hiperglikemia.
  • Protein Ling Zhi-8 (LZ-8): menurunkan infiltrasi sel limfosit dan meningkatkan deteksi antibodi insulin.

Sebelumnya, Zhang dan Lin pada tahun 2004 juga telah menemukan efek hipoglikemik dari senyawa polisakarida yang ada dalam jamur Lingzhi. Salah satu mekanismenya melalui peningkatan produksi insulin.

Senyawa polisakarida berperan meningkatkan masuknya kalsium ke sel beta pankreas, sehingga merangsang sel untuk melepaskan insulin lebih banyak. Alhasil, kadar gula darah kembali normal. Inilah alasan Red Reishi atau jamur Lingzhi efektif mendukung pengobatan diabetes.

Baca Juga:
Inilah Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda, Yuk, Deteksi Sejak Dini!
Jamur Reishi, Bantu Hancurkan Lemak Visceral (Lemak Perut) yang Membandel

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email