Memahami Fungsi Ginjal Bagi Tubuh dan Peran Reishi (Lingzhi) untuk Ginjal

fungsi-ginjal-bagi-tubuh
Salah satu solusi tepat untuk bantu memelihara dan meningkatkan fungsi ginjal adalah jamur Reishi (LIngzhi). Jamur ini memiliki antioksidan kuat yang baik untuk kesehatan ginjal Anda.

Ginjal adalah dua organ tubuh berbentuk kacang seukuran kepalan tangan yang letaknya di kedua sisi tulang belakang di bagian paling bawah dari tulang rusuk. Ginjal memiliki peranan penting bagi tubuh manusia. Tanpa kehadiran ginjal, tubuh tidak akan mampu membuang semua produk limbah dalam bentuk urin. Tak hanya itu, fungsi ginjal juga membantu menyaring darah Anda sebelum dikirim kembali ke jantung.

Bayangkan saja, apa yang akan terjadi jika fungsi ginjal terganggu dan menurun? Semua limbah yang seharusnya dibuang jadi mengendap di dalam tubuh, dan akhirnya mengotori darah Anda. Darah yang kotor pun tidak dapat disaring, karena fungsi ginjal yang telah rusak. Kalau sudah begini, banyak komplikasi penyakit yang dapat Anda alami, seperti gagal ginjal, nefropati diabetes, dan lainnya.

Salah satu solusi tepat untuk bantu memelihara dan meningkatkan fungsi ginjal adalah jamur Reishi (LIngzhi). Sebagian dari Anda mungkin sudah mengenal jamur ini, sebagian lagi mungkin belum. Jamur yang sudah dimanfaatkan sebagai obat tradisional sejak berabad-abad lamanya ini telah terbukti dapat berpengaruh baik untuk kesehatan ginjal Anda.

Seperti apa struktur dan fungsi ginjal bagi tubuh?

Sebelum memahami fungsi ginjal bagi tubuh, Anda perlu tahu struktur ginjal berikut ini:

1. Nefron.

Bagian terpenting dari setiap ginjal adalah nefron. Fungsi nefron untuk mengambil darah, memetabolisme zat gizi, dan membantu mengeluarkan produk limbah dari darah yang telah disaring. Setiap satu ginjal Anda memiliki sekitar 1 juta nefron.

Sel ginjal

Setelah memasuki nefron, darah akan masuk ke sel ginjal. Sel ini disebut juga dengan tubuh Malpigh dan mengandung dua struktur pendukung, yaitu:

  • Glomerulus: sekelompok kapiler yang berfungsi untuk menyerap protein dari darah.
  • Kapsul Bowman: cairan yang tersisa (urin kapsul) akan melewati kapsul Bowman untuk bisa masuk ke dalam tubulus ginjal.

Tubulus ginjal

Tubulus ginjal adalah serangkaian tabung setelah kapsul Bowman dan berakhir di saluran pengumpul. Setiap tubulus terdiri atas beberapa bagian, yaitu:

  • Tubulus proksimal: berfungsi untuk menyerap kembali (reabsorpsi) air, natrium, dan glukosa ke dalam darah.
  • Lingkaran Henle: berfungsi untuk menyerap (absorpsi) kalium, klorida, dan natrium ke dalam darah.
  • Tubulus distal: berfungsi untuk menyerap lebih banyak natrium ke dalam darah, serta kalium dan asam.

Begitu cairan mencapai ujung tubulus, cairan akan diencerkan dan diisi dengan urea. Urea adalah produk sampingan hasil metabolisme protein yang dilepaskan ke dalam urin.

2. Korteks ginjal.

Bagian luar ginjal adalah korteks ginjal, yang berisi glomerulus dan tubulus. Korteks ginjal dikelilingi oleh kapsul ginjal dan lapisan jaringan lemak di tepi luarnya. Korteks dan kapsul ginjal bersama-sama melindungi struktur dalam ginjal agar berfungsi dengan baik.

3. Medula ginjal.

Medula ginjal adalah jaringan halus yang ada di dalam ginjal. Ada dua bagian dari medula ginjal, yaitu:

Piramida ginjal

Piramida ginjal berukuran kecil dan mengandung untaian nefron dan tubulus. Tubulus tersebut berfungsi untuk mengangkut cairan ke dalam ginjal. Kemudian, cairan beralih dari nefron menuju struktur dalam ginjal yang berfungsi untuk mengumpulkan dan mengangkut urin keluar dari ginjal.

Saluran pengumpul

Bagian ujung setiap nefron di medula ginjal terdapat saluran pengumpul. Di bagian inilah, cairan yang disaring keluar dari nefron. Begitu berada di saluran pengumpul, cairan bergerak ke pemberhentian terakhirnya, yaitu di pelvis ginjal.

4. Pelvis ginjal.

Pelvis ginjal berbentuk corong dan terletak di bagian ginjal yang paling dalam. Fungsi pelvis ginjal sebagai jalur cairan menuju kandung kemih. Pelvis ginjal sendiri terdiri atas:

Calyces

Bagian pertama dari pelvis ginjal adalah calyces. Bentuknya berupa ruang kecil seperti cangkir yang tugasnya mengumpulkan cairan sebelum dipindahkan ke kandung kemih. Di bagian ini juga kelebihan cairan dan limbah diubah menjadi urin.

Hilum

Hilum adalah lubang kecil di tepi dalam ginjal dan melengkung ke dalam untuk menciptakan bentuk seperti kacang. Bagian pelvis ginjal akan melewati hilum dan juga bagian lainnya, yaitu:

  • Arteri ginjal: berfungsi untuk membawa darah kaya oksigen dari jantung ke ginjal untuk proses filtrasi.
  • Vena ginjal: berfungsi untuk membawa darah yang telah disaring dari ginjal kembali ke jantung.

Saluran kencing (ureter)

Ureter bentuknya seperti tabung otot yang berfungsi untuk mengalirkan urin ke kandung kemih. Di kandung kemih, urin akan dikumpulkan dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

Memahami struktur ginjal dan fungsinya masing-masing

Fungsi ginjal bagi tubuh

Ginjal bekerja non-stop di dalam tubuh, meskipun saat Anda tidur. Fungsi ginjal yang utama adalah menyaring dan mengembalikan cairan ke aliran darah. Ada sekitar 200 liter cairan setiap 24 jam, di mana 2 liter akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin, dan 198 liternya lagi diambil untuk tubuh. Sebelum urin dikeluarkan dari tubuh, urin akan disimpan di kandung kemih selama 1 – 8 jam.

Apabila dilihat secara keseluruhan, fungsi ginjal bagi tubuh yang sangat penting, termasuk:

  • Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
  • Membantu menjaga keseimbangan asam basa tubuh.
  • Menyaring produk limbah hasil dari metabolisme makanan, obat-obatan, dan zat beracun.
  • Memproduksi hormon yang membantu untuk proses pembentukan sel darah merah, meningkatkan kesehatan tulang, dan mengatur tekanan darah.

Berbagai penyakit yang dapat mengganggu fungsi ginjal

Fungsi ginjal di dalam tubuh dapat terganggu karena beberapa kondisi berikut ini:

1. Pielonefritis (infeksi panggul ginjal).

Ginjal bisa mengalami infeksi bakteri, dengan gejala demam dan sakit punggung. Umumnya, pielonefritis disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari infeksi kandung kemih yang tidak diobati.

2. Glomerulonefritis.

Sistem kekebalan tubuh Anda yang terlalu aktif dapat menyerang ginjal dan menyebabkan peradangan dan kerusakan fungsi ginjal. Masalah umum yang berkaitan dengan glomerulonefritis adalah darah dan protein, tidak jarang pula berakhir dengan gagal ginjal.

3. Batu ginjal (nefrolitiasis).

Batu (kristal) ginjal terbentuk dari mineral dalam urin yang dapat membesar hingga menghalangi aliran urin. Kondisi ini dianggap sebagai salah satu penyakit ginjal paling menyakitkan. Sebagian besar, batu ginjal bisa keluar dengan sendirinya melalui urin. Namun, jika ukurannya terlalu besar, maka perlu diobati bahkan dioperasi pengangkatan batu ginjal.

4. Sindrom nefrotik.

Sindrom nefrotik mengakibatkan ginjal menumpahkan banyak protein ke dalam urin, karena tidak mampu menyaringnya dengan baik. Gejala yang jelas terlihat adalah kaki bengkak (edema).

5. Gagal ginjal akut.

Gagal ginjal akut terjadi secara tiba-tiba yang dapat disebabkan oleh dehidrasi, saluran kemih tersumbat, atau kerusakan fungsi ginjal. Umumnya, penyakit gagal ginjal akut dapat disembuhkan dengan penanganan yang cepat dan tepat.

Di sisi lain, kondisi nefritis interstisial, yaitu peradangan jaringan ikat di dalam ginjal, juga sering menyebabkan gagal ginjal akut. Nefritis interstisial dapat disebabkan oleh reaksi alergi dan efek samping obat-obatan.

6. Gagal ginjal kronis.

Bedanya dengan akut, gagal ginjal kronis terjadi ketika Anda kehilangan sebagian fungsi ginjal secara perlahan dan ini memengaruhi seberapa baik ginjal Anda dapat bekerja. Penyebab paling umumnya adalah diabetes dan tekanan darah tinggi.

  • Nefropati diabetik: jika gagal ginjal kronis terjadi akibat diabetes.
  • Nefropati hipertensi: jika gagal ginjal kronis terjadi akibat hipertensi.
  • Sindrom nefrotik juga dapat menyebabkan gagal ginjal kronis.

7. Kista ginjal (renal cyst).

Kista ginjal adalah kondisi di mana adanya kantung berisi cairan di ginjal. Anda mungkin saja memiliki satu atau banyak kista di satu atau kedua ginjal. Kista ginjal ada dua jenis, yaitu:

  • Kista sederhana: kista dengan dinding tipis dan mengandung cairan seperti air. Umumnya, jenis kista ini tidak merusak ataupun memengaruhi fungsi ginjal.
  • Penyakit ginjal polikistik (PKD): kondisi bawaan yang menyebabkan terbentuknya banyak kista di ginjal dan dapat merusak ginjal seiring pertumbuhan.

Kista ginjal biasanya tidak berbahaya, karena tidak menimbulkan gejala apapun hingga Anda melakukan pemindaian, seperti CT-scan, baru akan terdeteksi.

Cara mengobati dan meningkatkan fungsi ginjal yang telah rusak

Umumnya, pengobatan ginjal yang bermasalah berupa obat-obatan, operasi, dialisis, dan transplantasi.

  • Obat-obatan, seperti antibiotik, yang biasanya diberikan untuk menangani infeksi ginjal yang disebabkan oleh bakteri. Umumnya, dokter akan mengambil kultur darah atau urin untuk memandu pemilihan terapi antibiotik.
  • Nefrostomi, pemasangan tabung (kateter) melalui kulit ke dalam ginjal, agar urin mengalir langsung dari ginjal melewati penyumbatan.
  • Litotripsi, pemecahan batu ginjal menjadi potongan-potongan kecil, sehingga dapat keluar melalui urin.
  • Nefrektomi, operasi pengangkatan ginjal, biasanya dilakukan pada kerusakan ginjal yang parah, seperti kanker ginjal.
  • Dialisis, melakukan penyaringan darah untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak, seperti hemodialisis dan dialisis peritoneal.
  • Transplantasi ginjal dari donor yang masih hidup atau baru saja meninggal.

Peran jamur Reishi (Lingzhi) sebagai terapi penunjang dalam pengobatan penyakit ginjal

Jamur Reishi atau Lingzhi (Ganoderma lucidum) adalah jamur obat terkenal yang berasal dari China. Ini adalah jamur yang telah banyak dijadikan sebagai suplementasi di seluruh dunia. Senyawa bioaktif dalam jamur ini sebagai anti-oksidatif, pengendalian glukosa, dan aktivitas proliferatif anti-kanker. Dalam nefrologi, manfaat Lingzhi untuk ginjal juga telah banyak disebutkan. Ini semua karena kekuatan antioksidan jamur Reishi yang memang cukup kuat untuk memelihara fungsi ginjal dengan baik.

Mencegah kerusakan sel ginjal

Studi yang dilakukan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa G. lucidum mengandung senyawa lingzhiol yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan menghambat peradangan. Dengan kekuatan antioksidannya ini, jamur Reishi mampu mencegah kerusakan sel-sel ginjal. Ini dilakukan Reishi dengan menghentikan aktivitas stres oksidatif sebagai antioksidan. Bahkan, kemampuan antioksidan Reishi dapat menghentikan kerusakan yang terjadi pada tingkat sel yang sangat dalam.

Studi lain tahun 2015 juga menemukan bahwa GLPP dalam Lingzhi memiliki efek perlindungan pada Renal Ischemia-Reperfusion Injury (RIRI) karena kekuatan antioksidannya. Ini artinya GLPP dapat dikembangkan sebagai obat untuk mencegah cedera ginjal akut.

Membantu terapi nefropati diabetik

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pan et al. (2014), menemukan bahwa G. lucidum memiliki efek proteoglikan, yaitu FYGL, yang diisolasi dari tubuh buahnya. FYGL pada Reishi mampu menurunkan gula darah, kreatinin serum, urea nitrogen, asam urea, dan albuminuria. Selain itu, FYGL juga meningkatkan aktivitas antioksidan dan katalase, serta menurunkan kadar radikal bebas di dalam tubuh. Oleh sebab itu, FYGL dalam G. lucidum dapat disarankan sebagai suplemen nutrisi potensial untuk pencegahan dan terapi nefropati diabetik (DN).

Bukan hal yang mudah untuk hidup normal dengan kondisi ginjal yang telah rusak. Maka dari itu, selain dengan terapi pengobatan, Anda juga perlu terapi pendamping untuk melindungi dan meningkatkan fungsi ginjal yang telah rusak. Salah satunya dengan suplemen Reishi atau Lingzhi yang kekuatan antioksidannya sudah tidak diragukan lagi.

Baca Juga:

Seberapa Efektif Pengobatan Diabetes dengan Red Reishi (Jamur Lingzhi)?
Ketahui Cara Mengatasi Kelebihan Lemak dengan jamur Lingzhi (Reishi)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email