Cara Mengelola Gagal Ginjal Kronis (CKD) dengan Baik

cara-mengelola-gagal-ginjal-kronis-dengan-baik
Menurut CDC, orang dewasa yang mengalami gagal ginjal kronis (CKD) memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa tanpa CKD di usia yang sama. Terlebih lagi, CKD bisa memicu banyak komplikasi medis serius lainnya. Oleh sebab itu, penting bagi Anda mengelola kondisi ini dengan baik

Gagal ginjal kronis adalah salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi. Ginjal pada kondisi ini mengalami kerusakan secara perlahan hingga tidak mampu lagi membersihkan darah yang kotor. Akibatnya, limbah dan kelebihan air yang seharusnya dibuang menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan komplikasi medis lainnya, termasuk penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Namun, Anda dapat melakukan upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan ginjal, tentunya dengan penanganan yang tepat dan sehat.

Cek fakta berdasarkan datanya, yuk!

Merujuk pada data CDC, ada beberapa fakta tentang penyakit ginjal yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • 15% orang dewasa di Amerika Serikat (37 juta orang) diperkirakan mengidap penyakit gagal ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD).
  • 9 dari 10 orang dewasa dengan CKD tidak tahu bahwa dirinya mengidap penyakit ini.
  • 1 dari 2 orang dengan fungsi ginjal yang menurun tidak menjalani cuci darah tidak tahu bahwa dirinya menderita CKD.
  • Rata-rata, 1 dari 3 orang dewasa dengan diabetes dan 1 dari 5 orang dewasa dengan hipertensi mungkin mengalami CKD.

Fakta tentang penyakit ginjal stadium akhir atau end-stage kidney disease (ESKD), artinya gagal ginjal sudah ditahap harus cuci darah atau transplantasi ginjal.

  • Pada tahun 2016, hampir 125.000 orang di Amerika Serikat memulai pengobatan untuk ESKD, dan lebih dari 726.000 orang (2 dari 1.000 orang) menjalani dialisis atau hidup dengan transplantasi ginjal.
  • Setiap hari, ada lebih dari 240 orang yang menjalani dialisis meninggal dunia.
  • Setiap 2 wanita yang berada dalam kondisi ESKD, 3 pria juga turut mengalaminya.
  • Orang Afrika-Amerika 3 kali lebih mungkin mengalami ESKD daripada orang kulit putih.
  • Orang dewasa AS yang berusia 18 tahun atau lebih, diabetes dan tekanan darah tinggi adalah penyebab utama ESKD yang dilaporkan.
  • Anak-anak dan remaja AS yang berusia kurang dari 18 tahun, penyakit ginjal polikistik dan glomerulonefritis (radang ginjal) adalah penyebab utama ESKD.

Di Indonesia sendiri, Riskesdas (2018) telah mendata prevalensi penyakit gagal ginjal kronis (CKD) adalah 3,8 permil, di mana jumlah orang yang pernah atau sedang menjalani cuci darah mencapai 19,3%. Penyebab utamanya sama, yaitu hipertensi (34,1%), obesitas (21,8%), dan diabetes melitus (8,5%).

5 Tahap penyakit gagal ginjal kronis (CKD)

National Kidney Foundation (NKF) telah membuat pedoman untuk membantu ahli kesehatan mengidentifikasi setiap tahapan penyakit gagal ginjal. Setiap tahapan diukur dengan GFR. Apa GFR itu? Ini adalah singkatan dari Glomerular Filtration Rate – tes yang digunakan untuk memeriksa cara kerja ginjal, dengan memperkirakan seberapa banyak darah melewati glomeruli setiap menit. Glomeruli adalah filter kecil di bagian ginjal yang menyaring limbah dari darah.

TahapNilai GFR per menitKategoriKeterangan
1> 90 mLNormal or highGinjal masih bisa berfungsi normal, tetapi hasil lab urin menunjukkan penyakit ginjal. Tekanan darah akan dimonitor.
260 – 89 mLMild CKDFungsi ginjal sedikit berkurang. Tekanan darah masih dipantau.
3a45 – 59 mLModerate CKD Sudah menunjukkan penurunan fungsi ginjal. Pasien masih dimonitor dan dirawat perihal tekanan darah dengan seksama.
3b30 – 44 mLModerate CKD Laju GFR pasien diamati dan tekanan darah terus diawasi dengan ketat.
415 – 29 mLSevere CKDFungsi ginjal sudah sangat menurun, muncul penyakit kuning, terutama di bagian putih mata. Pasien mungkin merasa sangat sakit pada tahap ini dan berencana untuk dialisis atau cuci darah.
5< 15 mLEnd Stage CKD (ESKD)Pasien mungkin sedang menunggu transplantasi ginjal sambil menjalani dialisis.
Tahapan penyakit gagal ginjal kronis berdasarkan NKF

Gejala gagal ginjal kronis

Tanda dan gejala CKD berkembang seiring berjalannya waktu, dengan kata lain secara perlahan. Adapun tanda dan gejala yang mungkin Anda alami mungkin termasuk:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Kelelahan dan kelemahan.
  • Gangguan tidur.
  • Perubahan seberapa banyak buang air kecil.
  • Kondisi mental menurun.
  • Otot berkedut dan kram.
  • Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki.
  • Rasa gatal terus menerus.
  • Nyeri dada, jika cairan menumpuk di sekitar lapisan jantung.
  • Sesak napas, jika cairan menumpuk di paru-paru.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan.

Umumnya, gejala yang mungkin Anda alami tidak spesifik. Dengan kata lain, bisa juga gejala tersebut disebabkan oleh penyakit lain. Hal ini diduga karena ginjal sangat mudah beradaptasi dan mampu mentoleransi fungsinya yang hilang. Alhasil, tanda dan gejala mungkin tidak muncul sampai kerusakan permanen terjadi.

Apa penyebabnya?

Beberapa kondisi yang menyebabkan gagal ginjal kronis, meliputi:

  • Diabetes tipe 1 atau tipe 2.
  • Hipertensi.
  • Glomerulonefritis, yaitu peradangan pada glomeruli (unit penyaringan ginjal).
  • Nefritis interstisial, yaitu radang tubulus ginjal dan struktur di sekitarnya.
  • Penyakit ginjal polikistik.
  • Obstruksi saluran kemih dari kondisi seperti pembesaran prostat, batu ginjal, dan beberapa jenis kanker.
  • Vesikoureteral refluks, yaitu kondisi yang menyebabkan urin kembali ke ginjal.
  • Infeksi ginjal berulang atau pielonefritis.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis, meliputi:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Merokok.
  • Kegemukan.
  • Etnis tertentu (penduduk asli Amerika, Asia-Amerika, Afrika-Amerika).
  • Riwayat keluarga.
  • Struktur ginjal tidak normal.
  • Usia yang lebih tua.

Ini yang akan terjadi jika gagal ginjal kronis tidak segera diatasi

CKD dapat menyerang hampir setiap bagian tubuh Anda. Sebagian besar, komplikasi yang mungkin muncul, termasuk:

  • Retensi cairan, menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, hipertensi, atau penumpukan cairan di paru-paru (edema paru).
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), sehingga mengganggu fungsi dan kerja jantung.
  • Penyakit kardiovaskular.
  • Tulang menjadi lemah dan peningkatan risiko patah tulang.
  • Anemia.
  • Penurunan gairah seks, disfungsi ereksi, atau tingkat kesuburan berkurang.
  • Kerusakan sistem saraf pusat, menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, kejang, atau perubahan kepribadian.
  • Sistem imun menurun, menyebabkan lebih rentan terhadap infeksi.
  • Perikarditis, yaitu peradangan pada perikardium (selaput yang menyelimuti jantung).
  • Komplikasi kehamilan, baik pada ibu maupun janin.
  • Kerusakan permanen pada ginjal (stadium akhir). Pada akhirnya, Anda membutuhkan tindakan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bisa bertahan hidup.

Pengobatan cuci darah atau transplantasi ginjal bertujuan memperlambat penurunan fungsi ginjal dan menunda gagal ginjal. Namun, perlu Anda catat bahwa tidak semua orang dengan gagal ginjal kronis berkembang hingga ke stadium akhir. Namun, dalam beberapa kasus, gagal ginjal kronis bisa saja berkembang ke stadium akhir selama menjalani pengobatan.

Cara mengelola CKD dengan baik

Menurut CDC, orang dewasa dengan CKD memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa tanpa CKD di usia yang sama. Terlebih lagi, CKD bisa memicu banyak komplikasi medis serius lainnya. Oleh sebab itu, penting bagi Anda yang mengidap gagal ginjal kronis mengelolanya dengan baik, dengan cara:

  • Selalu diskusikan dengan dokter Anda setiap langkah pengobatan yang akan dilakukan, terutama jika penyebabnya nefritis dan penyakit ginjal polikistik.
  • Kelola diabetes dan tekanan darah Anda.
  • Lakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Buat rencana makan sehat Anda dengan ahli gizi yang rendah garam dan lemak, serta jumlah protein yang tepat. Ketika CKD memburuk, Anda perlu membatasi fosfor dan kalium.
    • Contoh makanan banyak mengandung fosfor: daging, susu dan produk olahannya, kacang kedelai dan olahannya, sayur brokoli, bayam, kol, okra, serta minuman bersoda.
    • Contoh makanan banyak mengandung kalium: alpukat, pisang, melon, jeruk, bayam, kentang, tomat, dan kacang-kacangan.
  • Konsumsi obat-obatan, misalnya obat hipertensi untuk memperlambat penurunan fungsi ginjal.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari kondisi atau paparan yang dapat membahayakan ginjal atau menyebabkan fungsi ginjal tiba-tiba memburuk, seperti:
    • Obat-obatan tertentu: obat yang dijual bebas (seperti ibuprofen dan naproxen), beberapa antibiotik, serta obat lambung golongan PPI (Pompa Proton Inhibitor) (seperti omeprazole dan lansoprazole).
    • Pewarna tertentu yang digunakan untuk membuat pembuluh darah atau organ terlihat pada sinar-X atau tes pencitraan lainnya.
    • Infeksi kandung kemih.
    • Hal-hal lainnya yang harus Anda hindari sesuai anjuran dokter.

Suplemen jamur Reishi bisa menjadi terapi pendamping dari perawatan gagal ginjal kronis yang Anda jalani saat ini. Kandungan senyawa bioaktifnya mampu membantu memelihara dan meningkatkan fungsi ginjal, serta mencegah kerusakan ginjal lebih banyak lagi. Ingat! Selalu bicarakan dengan dokter atau ahli kesehatan Anda sebelum mengonsumsi suplemen jenis apapun.

Cara jamur Reishi melindungi ginjal Anda dengan baik

Jamur Reishi yang di Jepang dikenal sebagai Lingzhi, adalah jamur obat tradisional yang telah dimanfaatkan sejak ribuan tahun silam. Dengan teknologi yang semakin maju, jamur Reishi pun sudah banyak disediakan dalam bentuk suplemen, sehingga lebih mudah dan praktis untuk dikonsumsi. Dalam nefrologi, manfaat Lingzhi untuk ginjal juga telah banyak disebutkan, tidak lain karena kekuatan antioksidannya yang kuat, sehingga mampu memelihara dan meningkatkan fungsi ginjal, serta mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.

Dalam buku The Oriental Textbook of Oriental Medical Science, fungsi utama jamur Lingzhi untuk kesehatan adalah:

  • Membantu melancarkan peredaran darah.
  • Meningkatkan metabolisme tubuh.
  • Memelihara kesehatan fungsi organ-organ internal.
  • Membantu penyembuhan penyakit karena peredaran darah yang buruk.

Mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut

Studi tahun 2013 membuktikan bahwa jamur Reishi (G. lucidum) memiliki aktivitas antioksidan kuat yang berasal dari senyawa lingzhiol dengan cara menghambat peradangan di tubuh. Dengan kekuatan antioksidannya ini, jamur Reishi mampu melindungi sel ginjal, bahkan mampu menghentikan kerusakan pada tingkat sel yang sangat dalam.

Selain itu, jamur Reishi mengandung senyawa ganoderma lucidum polysaccharide peptide (GLPP) yang memiliki efek perlindungan pada cedera reperfusi iskemia ginjal (RIRI), karena bersifat antioksidan. Hasil penelitian oleh Zhong et al. 2015 ini menunjukkan bahwa disfungsi dan kerusakan morfologi ginjal berkurang pada kelompok yang diobati dengan GLPP. Selain itu, produksi ROS (radikal bebas yang dapat merusak sel) juga berkurang. Menariknya lagi, aktivasi JNK pada ginjal dengan RIRI atau hipoksia/reoksigenasi dihambat oleh GLPP. Ini menunjukkan bahwa efek perlindungan GLPP terhadap ginjal mungkin disebabkan oleh pengurangan stres oksidatif dan mengurangi apoptosis yang disebabkan oleh ROS berlebihan.

Membantu terapi nefropati diabetik

Gagal ginjal kronis harus dikelola dengan baik, terlebih lagi jika berkaitan dengan nefritis, diabetes, dan hipertensi. Kabar baiknya, jamur Reishi memiliki efek proteoglikan baru, bernama FYGL, yang diisolasi dari tubuh buahnya. FYGL ini mampu menurunkan kadar gula darah, kreatinin serum, urea nitrogen, asam urea, dan albuminuria. Selain itu, efek proteoglikan baru dari jamur Reishi juga mampu meningkatkan aktivitas antioksidan dan menurunkan radikal bebas di dalam tubuh. FYGL dalam G. lucidum dapat disarankan sebagai suplemen nutrisi potensial untuk membantu terapi nefropati diabetik (DN).

Berbagai hasil penelitian ilmiah ini menunjukkan bahwa suplemen jamur Reishi dapat Anda pertimbangkan sebagai terapi pendamping dalam pengobatan gagal ginjal kronis untuk mencegah kerusakan sel ginjal lebih banyak. Alhasil, fungsi ginjal dapat ditingkatkan seoptimal mungkin dan menekan risiko komplikasi medis yang serius.

Created by pch.vector – www.freepik.com

Baca Juga:
Memahami Fungsi Ginjal Bagi Tubuh dan Peran Reishi (Lingzhi) untuk Ginjal
Inilah Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda, Yuk, Deteksi Sejak Dini!

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email