5 Alasan Anda Bisa Terkena Serangan Jantung di Usia Muda

5-penyebab-serangan-jantung-di-usia-muda
Serangan jantung tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa tua atau lansia. Anda yang berusia muda pun dapat mengalami hal ini. Apa penyebab serangan jantung di usia muda? Bagaimana cara untuk mencegah atau meminimalisir risikonya?

Serangan jantung atau heart attack adalah salah satu masalah jantung yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Tidak sedikit dari kasus ini berakhir dengan kematian. Seperti halnya seorang aktor sekaligus public figure yang belum lama ini menghembuskan napas terakhirnya dan diduga mengalami serangan jantung.

Banyak pihak yang terkejut dan sedih dengan kejadian ini, terutama keluarga besarnya. Pasalnya, aktor ini usianya masih tergolong muda, sehat, dan tidak memiliki riwayat penyakit apa pun, termasuk yang berhubungan dengan jantung.

Healthline juga merangkum kisah seorang wanita – Molly Schroeder – yang berusia 21 tahun pada saat ia mengalami serangan jantung. Beruntungnya, Molly selamat dari serangan jantung.

Saat ini, ia bergabung dengan American Heart Association’s Go Red for Women untuk membantu para remaja putri memahami pentingnya kesehatan jantung. Karena ini, bukanlah sesuatu yang bisa Anda “tunggu tua dulu deh baru aware“.

Meski Molly mendapat penyakitnya ini dari faktor keturunan, Molly tetap menghimbau kepada seluruh wanita muda tanpa riwayat keluarga penyakit jantung untuk tetap melakukan tindakan pencegahan.

Serangan jantung bisa menimpa siapa saja, sehingga sering disebut sebagai silent killer. Faktanya, memang banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki penyakit jantung sampai semuanya jadi terlambat.

Adanya kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa serangan jantung yang dulunya dianggap sebagai penyakit orang tua, kini semakin sering terjadi pada orang yang lebih muda.

5 Penyebab serangan jantung terjadi di usia muda

Melansir dari American Heart Association, ada 5 alasan Anda bisa mengembangkan penyakit jantung sebelum usia 50 tahunan, yaitu:

1. Merokok

Suka tidak suka, merokok adalah salah satu faktor risiko terbesar yang memicu penyakit arteri koroner di kalangan anak muda. Faktor ini juga yang satu-satunya bisa Anda cegah sepenuhnya.

Menurut berbagai penelitian, orang dewasa muda yang merokok lebih besar risikonya untuk mengalami serangan jantung daripada orang yang tidak merokok. Bahkan, risikonya ini bisa meningkat sebanyak 8 kali lipat.

“Ini adalah faktor risiko yang sangat kuat dari penyakit jantung pada pasien yang lebih muda,” ujar Dr. Willie Lawrence, Kepala Kardiologi di Research Medical Center di Kansas City, Missouri.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa jika Anda adalah orang yang berusia muda dan ingin mencegah serangan jantung, maka hal terpenting yang bisa Anda lakukan adalah tidak merokok.

2. Komplikasi kehamilan

Banyak wanita yang mengalami komplikasi selama masa kehamilannya, termasuk preeklamsia, diabetes gestasional, penambahan berat badan yang berlebihan, atau persalinan prematur. Kondisi ini bisa membuat wanita berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dini.

Mengapa? Ini karena masalah tersebut berhubungan dengan pembuluh darah arteri yang biasanya, menjadi inti dari kondisi eksklusif kehamilan.

Hal ini dipertegas pula oleh Dr. Maria Sophocles, Direktur Medis Perawatan Kesehatan Wanita di Princeton, New Jersey, bahwa wanita yang hamil dengan komplikasi seperti ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang situasi sistem kardiovaskularnya di masa depan.

Oleh sebab itu, semua wanita hamil, sekalipun tidak memiliki komplikasi kehamilan, rutin berkonsultasi dengan dokter kandungannya.

Bila perlu, konsultasi juga dengan seorang dokter ahli jantung jika Anda sudah pasti memiliki komplikasi kehamilan, terutama yang berhubungan dengan jantung.

3. Hiperkolesterolemia familial (FH)

Kolesterol tinggi merupakan faktor penyebab penyakit jantung yang mana ini juga merupakan faktor yang dapat Anda kendalikan. Lain halnya dengan hiperkolesterolemia familial (FH).

Ini adalah kondisi genetik di mana kadar kolesterol-LDL atau “kolesterol jahat” dalam darahnya berlebihan – di atas 190 mg. Orang yang terlahir dengan kondisi ini memiliki kadar kolesterol yang tinggi sejak usia muda.

American Heart Association juga menjelaskan bahwa ada sekitar 1 dari 250 orang yang menderita FH, biasanya mengarah pada masalah yang berhubungan dengan kolesterol tinggi, seperti aterosklerosis.

Setengah dari pria dengan FH yang tidak diobati dapat mengalami serangan jantung atau angina sebelum berusia 50 tahun. Sementara itu, sebanyak 30% dari wanita dengan FH yang tidak diobati dapat mengalami serangan jantung sebelum berusia 60 tahun.

Sopochles, seorang anggota dewan di FH Foundation juga menjelaskan bahwa orang dengan FH akan mengembangkan penyakit arterinya lebih awal dan lebih cepat daripada orang tanpa FH. Maka dari itu, penting sekali adanya kesadaran terhadap penyakit ini, karena hanya 10% dari semua kasus FH yang terdiagnosis.

4. Ras

Ras adalah salah satu faktor penyebab penyakit jantung yang tidak dapat diubah. Apabila faktor ras bergabung dengan faktor penyakit jantung lainnya, seperti tekanan darah tinggi, maka orang tersebut berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.

Contohnya adalah orang berkulit hitam. American Heart Association menerangkan bahwa sekitar 3 dari 4 orang dewasa berkulit hitam mengalami tekanan darah tinggi ketika berusia 55 tahun.

Hipertensi merupakan faktor risiko utama dari penyakit jantung. Inilah mengapa prevalensi serangan jantung pada orang berkulit hitam di Amerika Serikat termasuk yang tertinggi di dunia.

Kabar baiknya, faktor ras dalam memicu penyakit jantung masih bisa ditekan risikonya dengan menjalani pola hidup sehat, seperti makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, terutama mengurangi asupan natrium yang dapat membantu Anda mengelola hipertensi, serta berolahraga secara teratur.

5. Depresi

Stres bahkan depresi dapat memengaruhi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Jadi, ini bukan hanya soal pikiran saja, ya. Ketika Anda stres, maka tubuh Anda akan melepaskan banyak hormon stres (kortisol) dan meningkatkan proses inflamasi, sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah arteri.

Dr. Gazala Parvin, seorang dokter keluarga dan spesialis pengobatan integratif di Research Medical Center di Kansas City, Missouri, juga menjelaskan bahwa depresi bisa memengaruhi gaya hidup Anda.

Anda mungkin jadi tidak mau makan atau bahkan makan secara berlebihan, yang pada gilirannya berpengaruh pada kebiasaan makan Anda.

Anda mungkin juga jadi malas berolahraga, tidak bisa tidur nyenyak, bahkan tidak bersosialisasi dengan orang sekitar.

Pada akhirnya, kondisi kesehatan mental Anda yang buruk dapat menurunkan kualitas kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk risiko awal dari penyakit jantung dan pembuluh darah.

Cegah serangan jantung dengan meningkatkan kesehatan jantung bersama Reishi/Lingzhi

Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan serangan jantung sedini mungkin. Meskipun tidak ada yang menjamin bahwa tindakan pencegahan dengan perubahan gaya hidup 100 persen bisa melindungi Anda dari serangan jantung.

Namun setidaknya, dapat meminimalisir risiko atau peluang Anda terkena serangan jantung. Terlebih lagi, jika Anda memiliki faktor penyebab yang tidak dapat diubah, seperti genetik dan/atau ras.

Potensi efek kardioprotektif dari Ganoderma lucidum (Lingzhi)

ganoderma-lucidum
Jamur Reishi/Lingzhi (Ganoderma lucidum)

Jamur Reishi/Lingzhi bisa menjadi teman pendamping untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda.

Sebuah studi tahun 2012 yang dilakukan pada 26 pasien hipertensi selama 12 minggu dengan metode uji coba terkontrol secara acak mendapati hasil bahwa jamur Lingzhi memiliki potensi efek kardioprotektif.

Hal ini diduga karena Ganoderma lucidum (Lingzhi) dapat menurunkan resistensi insulin dan kadar trigliserida (TAG), serta meningkatkan kadar kolesterol-HDL atau “kolesterol baik” pada pasien yang diberikan Lingzhi dibandingkan kelompok plasebo.

Meski begitu, saran dari studi ini adalah masih diperlukannya penelitian lebih lanjut terkait efek kardioprotektif dari jamur Reishi/Lingzhi pada pasien dengan hiperglikemia.

Lalu, sebuah buku berjudul Ganoderma and Health yang ditulis oleh Lin dan Yang (2019) terdapat bab yang menjelaskan efek protektif dari jamur Reishi/Lingzhi terhadap sistem kardiovaskular.

Melalui buku ini, Lin dan Yang merangkum sejumlah studi yang mendukung peranan jamur Reishi dalam mengatasi berbagai faktor pemicu penyakit jantung, yang dapat disimpulkan bahwa Ganoderma lucidum dapat:

  • Membantu pengobatan hipertensi refrakter – ketika pengobatan antihipertensi konvensional tidak efektif.
  • Memiliki beberapa efek penghambatan aterosklerosis, faktor pemicu penyakit jantung koroner dan serangan jantung.
  • Meringankan perkembangan kardiomiopati diabetik dengan melibatkan peningkatan regulasi hormon insulin, penurunan gula darah, penurunan ekspresi AGEs, serta perlambatan lipotoksisitas dan fibrosis miokard.
  • Efektif memperbaiki penurunan terkait usia status energi seluler jantung.

Kesimpulan

Upaya pencegahan yang utama dari penyakit serangan jantung adalah melakukan pola hidup sehat. Tentu saja, ini melibatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, termasuk memperhatikan asupan gula, garam, dan minyak, rajin olahraga, cukup istirahat, dan kelola stres dengan baik.

Bila diperlukan, Anda dapat meningkatkan kualitas kesehatan jantung Anda dengan menambahkan asupan suplemen nutrisi dari jamur Reishi. Silahkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan Anda sebelum mengonsumsinya, ya!

Protect your heart smartly!

Cover photo by rawpixel.com – www.freepik.com

Baca Juga:
Ketahui, Cara Kerja Jamur Reishi (Lingzhi) untuk Menunjang Pengobatan Hipertensi!
Seberapa Efektif Pengobatan Diabetes dengan Red Reishi (Jamur Lingzhi)?
Jamur Reishi, Bantu Hancurkan Lemak Visceral yang Membandel

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email