6 Bahaya Perut Buncit Ini Tidak Boleh Dianggap Remeh

6-bahaya-perut-buncit-yang-harus-diwaspadai
Perut buncit adalah alarm bahwa tubuh Anda berisiko lebih tinggi mengalami penyakit. Apa saja bahaya perut buncit yang harus Anda waspadai?

Apakah saat ini Anda memiliki perut yang buncit? Jika iya, maka segeralah ambil tindakan untuk mengatasi dan mencegah bahaya perut buncit yang dapat terjadi.

Kondisi ini terjadi bukan tanpa alasan, melainkan sebagian besar disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan terlalu banyak dan olahraga terlalu sedikit. Faktor usia dan gen juga ikut andil dalam membuat lingkar perut Anda semakin besar.

Anda akan mengalami kehilangan otot seiring bertambahnya usia, terlebih lagi jika Anda menerapkan sedentary lifestyle. Kehilangan massa otot ini dapat menurunkan laju metabolisme tubuh, sehingga membuat Anda lebih sulit mempertahankan berat badan yang sehat [1].

Bahaya perut buncit yang dapat terjadi

Pada dasarnya, ada dua jenis lemak tubuh, yaitu lemak visceral (tersembunyi di rongga perut) dan lemak subkutan (terlihat di bawah kulit). Orang yang perutnya buncit bukan berarti isinya hanya lemak visceral saja, melainkan juga bisa lemak subkutan yang disimpan di bawah kulit.

Meski begitu, visceral fat telah dianggap lebih berbahaya dibandingkan lemak subkutan. Ini karena letaknya dekat dengan organ dalam seperti hati, lambung, dan usus, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit [2].

Berikut ini bahaya perut buncit yang perlu Anda waspadai [3, 4]:

1. Penyakit jantung

Sebuah survei yang dilakukan oleh Euroaspire V tentang pencegahan penyakit kardiovaskular dan diabetes menyatakan bahwa orang yang memiliki lemak perut berlebih berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.

Penelitian ini juga membuktikan bahwa individu dengan lingkar pinggang yang lebih besar memiliki gaya hidup yang tidak sehat dan tekanan darah yang tidak terkendali, yang mana keduanya adalah faktor risiko penyakit diabetes. Maka dari itu, penyakit jantung adalah bahaya perut buncit yang utama, karena berakibat fatal dalam jangka panjang.

2. Diabetes tipe 2

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Oxford memperlihatkan bahwa orang yang memiliki lemak perut berlebihan berisiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2. Namun, jika lemak tubuh Anda lebih banyak tersimpan di bagian pinggul, mungkin saja risikonya lebih rendah.

Pada akhirnya, semua jenis lemak yang “menumpuk” dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

3. Gangguan pernapasan

Bahaya perut buncit selanjutnya adalah gangguan pernapasan. Anda mungkin akan mengalami kesulitan bernapas yang bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sebuah penelitian besar yang dilakukan terhadap para guru di California, wanita dengan lemak visceral yang tinggi (dilihat dari lingkar pinggang > 35 inci) 37% lebih mungkin untuk terserang asma daripada wanita dengan pinggang lebih kecil – sekalipun berat badannya normal.

Para ahli meyakini bahwa lemak perut meningkatkan risiko asma karena memiliki efek peradangan di saluran pernapasan.

4. Migrain

Survei yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Drexel Philadelphia terhadap 22.000 anggota memperlihatkan bahwa lemak perut yang berlebih (dengan mengukur lingkar pinggang dan obesitas perut) dapat menyebabkan sakit kepala migrain. Selain itu, perempuan lebih tinggi risikonya dibandingkan laki-laki.

5. Kanker

Menurut Harvard Medical School, lemak perut berlebih telah dikaitkan dengan risiko kanker payudara dan kolorektal. Analisis gabungan dari beberapa penelitian menemukan bahwa wanita pra-menopause dengan obesitas abdominal berisiko lebih besar terkena kanker payudara.

Lingkar pinggang yang besar juga dikaitkan dengan risiko kanker payudara di antara wanita pasca-menopause, tetapi hasilnya tidak signifikan setelah IMT diperhitungkan.

Sementara itu, orang dengan lemak visceral paling banyak berisiko tiga kali lipat mengembangkan adenoma kolorektal (polip prakanker) daripada orang yang memiliki lemak visceral paling sedikit.

Para peneliti juga menegaskan bahwa polip adenomatosa di usus besar berkaitan dengan resistensi insulin, yang mungkin merupakan mekanisme meningkatnya risiko kanker.

6. Penurunan fungsi memori

Bahaya perut buncit yang terakhir adalah membuat Anda kehilangan ingatan dalam jangka panjang. Lemak perut dalam jumlah berlebihan dianggap dapat mengecilkan otak dan menyebabkan demensia.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah lemak perut, semakin banyak pula sel-sel otak yang menyusut hingga menyebabkan penurunan fungsi memori.

Para peneliti di Kaiser Permanente menemukan bahwa orang berusia 40-an dengan tingkat lemak perut tertinggi hampir tiga kali lebih mungkin mengembangkan demensia (termasuk penyakit Alzheimer) pada pertengahan usianya daripada kelompok yang memiliki lemak perut paling sedikit.

Tips mengecilkan perut buncit

Mengulik dari Mayo Clinic, lemak perut merespons terhadap perubahan diet dan olahraga yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan kadar total lemak tubuh. Cobalah lakukan [1]:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, dan produk susu rendah lemak. Batasi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging olahan, keju, dan mentega.
  • Makan secukupnya.
  • Ganti minuman manis dengan air atau minuman dengan pemanis buatan pengganti gula (artificial sweetener).
  • Lakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, setidaknya 150 menit seminggu atau aktivitas dengan intensitas berat, seperti berlari, setidaknya 75 menit seminggu.
  • Bila perlu, tambahkan asupan suplemen ekstrak jamur Reishi ke dalam diet sehat Anda sehari-hari. Para ahli membuktikan bahwa jamur yang telah dikenal sejak berabad-abad ini mampu [5, 6, 7]:
    • Mengatasi dan mencegah disbiosis usus, serta gangguan metabolisme terkait obesitas.
    • Menurunkan kadar kolesterol total.
    • Mengontrol distribusi sel-sel adiposit (lemak) di dalam tubuh.
    • Mengontrol kadar gula darah tetap normal.

Inilah bahaya perut buncit yang tidak boleh Anda sepelekan beserta tips untuk mengecilkan perut buncit. Namun, Anda harus ingat bahwa menghilangkan lemak perut membutuhkan usaha dan juga kesabaran.

Jika Anda tidak mampu mempertahankan pola makan dan gaya hidup sehat, maka lemak-lemak yang telah hilang bisa muncul kembali.

Oleh sebab itu, upayakanlah untuk menurunkan berat badan secara perlahan dan stabil. Bila memungkinkan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan Anda melakukannya dengan cara yang tepat.

Cover photo by freepic.diller – www.freepik.com

Baca Juga:
5 Alasan Anda Bisa Terkena Serangan Jantung di Usia Muda
Benarkah Kolesterol dalam Makanan Buruk untuk Kesehatan?

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email