5 Tips Mengontrol Kadar Gula Darah Tetap Normal Saat Puasa

5-tips-menjaga-gula-darah-normal-saat-puasa
Gula darah adalah hal yang sangat sensitif bagi penderita diabetes. Mereka bisa saja mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia saat puasa.

Rukun puasa bagi penderita diabetes memang tidak ada beda dengan orang-orang pada umumnya. Akan tetapi, karena diabetes adalah kondisi khusus, maka pelaksanaannya harus diperhatikan semaksimal mungkin. Kadar gula darah adalah hal yang sangat sensitif bagi penderita diabetes.

Mereka bisa saja mengalami pelonjakan gula darah (hiperglikemia) ataupun penurunan gula darah (hipoglikemia) selama puasa. Untuk menghindari kejadian ini, ada beberapa tips bagi penderita diabetes yang puasa untuk membantu mengontrol kadar gula darahnya.

Perhatikan! Ini risiko kesehatan bagi penderita diabetes yang puasa

Di Indonesia, Anda akan menghabiskan waktu sekitar 12 – 13 jam untuk menjalankan ibadah puasa, dari Subuh hingga Magrib. Selama waktu ini, tidak ada asupan makanan atau minuman apapun yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh sebab itu, penderita diabetes sangat berisiko mengalami komplikasi, seperti [1, 2]:

  • Memperparah komplikasi diabetes, seperti penglihatan yang buruk, penyakit jantung, atau penyakit ginjal. Jika Anda berada dalam kondisi seperti ini, pertimbangkan kembali untuk tidak puasa.
  • Hipoglikemia, terutama bagi diabetesi yang mengonsumsi tablet dan/atau insulin. Jika Anda mengalami gejala hipoglikemia, segera batalkan puasa dengan minum air manis dan konsumsi makanan bertepung.
  • Hiperglikemia, jika Anda tidak minum obat sesuai dengan resep dokter atau kurang aktif secara fisik dari biasanya. Kondisi ini juga dapat menyebabkan Anda mengalami ketoasidosis diabetik (DKA) yang memerlukan perawatan secara medis.

5 Tips mengontrol kadar gula darah saat puasa

Risiko kesehatan bagi penderita diabetes yang memutuskan untuk puasa tidak boleh disepelekan. Maka dari itu, diabetesi harus berkonsultasi dulu dengan dokternya.

Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengontrol kadar gula darah selama berpuasa, yaitu [3, 4, 5]:

1. Cek gula darah secara teratur

nilai-kadar-gula-darah-normal

Cek gula darah secara teratur penting dilakukan, sehingga dapat memastikan Anda tetap aman. Penderita diabetes harus selalu dan segera membatalkan puasanya apabila mengalami hipoglikemia (gula darah < 60 mg/dl atau mencapai < 70 mg/dl dalam beberapa jam pertama setelah mulai berpuasa).

Selain itu, apabila mengalami hiperglikemia (gula darah > 300 mg/dl) juga harus segera membatalkan puasanya. Perlu dicatat bahwa pemeriksaan gula darah tidak akan membatalkan puasa Anda.

2. Jangan lewatkan sahur!

Bagi orang non-diabetes, sesekali melewatkan sahur akibat ketiduran mungkin adalah hal yang biasa dan masih dapat ditahan. Lain cerita bagi penderita diabetes, sangat disarankan untuk tidak melewatkan sahur, sebab berjam-jam tanpa makan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Sahur adalah salah satu cara penting untuk menyeimbangkan kadar glukosa darah ketika puasa. Jadi, upayakan untuk selalu sahur dan mengakhirkan waktu sahur.

3. Jaga pola makan sehat

Di bulan Ramadan, penderita diabetes akan menghadapi perubahan besar dalam pola makannya dibandingkan dengan waktu-waktu lain. Sebagian besar masalah kesehatan sering muncul akibat pola makan yang tidak tepat, contohnya makan secara berlebihan dan kurang istirahat.

Maka dari itu, pola makan selama Ramadan untuk penderita diabetes sebaiknya tidak berbeda jauh dengan pola makan sehat dan seimbang, termasuk rendah indeks glikemik, rendah lemak, dan tinggi serat.

Upayakan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi agar asupan gizi selama Ramadan tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh.

Secara umum, anjuran pola makan bagi penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darah saat puasa adalah:

  • Hindari makanan tinggi kalori, tinggi gula, dan tinggi lemak, terutama setelah berbuka puasa agar tidak mengalami hiperglikemia.
  • Pilih jenis makanan dengan karbohidrat kompleks (lebih lambat dicerna) daripada karbohidrat sederhana (lebih cepat dicerna, sehingga menyebabkan cepat lapar dan menaikkan gula darah).
  • Pilih teknik memasak makanan dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak daripada digoreng.
  • Mengakhirkan waktu sahur hingga batas waktu maksimal yang diizinkan dan menyegerakan berbuka puasa di awal waktu yang telah ditentukan. Makanlah secukupnya.
  • Minum cukup air saat berbuka untuk mencegah dehidrasi, serta mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit. Upayakan untuk minum cairan bebas gula.
  • Bila perlu, tambahkan asupan ekstrak jamur Reishi (Ganoderma lucidum) ke dalam diet sehat Anda selama Ramadan. Jamur obat tradisional ini telah diteliti oleh para ahli dapat menjaga kadar glukosa tetap normal dan membuat tubuh tidak cepat lelah [6, 7].

4. Tetap aktif selama puasa

Meski berpuasa, penderita diabetes sangat disarankan untuk mempertahankan aktivitas fisiknya seperti biasa, terutama pada jam-jam tidak berpuasa. Aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan risiko hipoglikemia, terutama beberapa jam sebelum makan malam.

Anda bisa melakukan olahraga ringan hingga sedang secara teratur dan hindari olahraga berat saat sedang puasa. Para ahli juga menyarankan untuk ikut serta melakukan solat Tarawih berjamaah, karena melibatkan gerakan berulang (bangkit, berlutut, dan membungkuk), sehingga dapat dianggap sebagai bagian dari program olahraga harian.

5. Tetap minum obat sesuai resep dokter

Aturan minum obat selama berpuasa tentunya akan berubah dan dilakukan di malam hari setelah berbuka dan saat sahur sebelum memulai puasa. Jenis, jadwal, dan jumlah obat yang biasa Anda konsumsi mungkin saja harus disesuaikan lagi.

Oleh sebab itu, pastikan Anda mendapatkan resep minum obat yang baru selama menjalani ibadah puasa dari dokter Anda, sehingga kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik.

Cover photo by master1305 – www.freepik.com

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email