Cegah dan Atasi Penyakit Kekebalan Tubuh Menurun (Imunodefisiensi) dengan Jamur Reishi

penyakit-kekebalan-tubuh-menurun-dan-reishi
Penyakit kekebalan tubuh menurun dapat diatasi dengan baik melalui perawatan yang efektif. Salah satunya dengan konsumsi jamur Reishi/Lingzhi. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Penyakit kekebalan tubuh menurun dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam melindungi diri dari serangan bakteri, virus, dan parasit. Ini karena sistem kekebalan Anda adalah benteng atau pertahanan tubuh saat Anda terpapar oleh mikroorganisme tersebut.

Jika kekebalan tubuh menurun, maka Anda akan mudah dan terus-terusan terkena penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit.

Sistem imunitas sendiri terdiri atas sel, jaringan, dan organ khusus yang saling bekerja sama untuk melindungi tubuh. Adapun organ yang terlibat dalam sistem ini adalah limpa, amandel, sumsum tulang, dan kelenjar getah bening.

Organ-organ ini menghasilkan sel limfosit, yaitu sel darah putih yang dikelompokkan menjadi sel B dan sel T. Kedua sel ini yang bertugas melawan penyerang yang disebut juga sebagai antigen.

Sel B akan melepaskan antibodi khusus ketika tubuh mendeteksi adanya penyakit, sedangkan sel T akan menghancurkan sel asing atau sel abnormal yang masuk ke dalam tubuh.

Jenis penyakit kekebalan tubuh menurun

Ada dua jenis penyakit kekebalan tubuh menurun atau gangguan imunodefisiensi, yaitu:

1. Bawaan sejak lahir (primer)

Penyakit kekebalan tubuh menurun ini terjadi ketika sistem imun tidak dapat bekerja dengan baik sejak lahir atau dipicu oleh faktor genetik.

Jika ada anggota keluarga yang mengidap gangguan imunodefisiensi primer, maka berisiko tinggi menurunkannya kepada generasi selanjutnya. Beberapa contoh gangguan imunodefisiensi primer, yaitu:

  • Agammaglobulinemia terkait-X (XLA).
  • Imunodefisiensi variabel umum (CVID).
  • Imunodefisiensi gabungan parah (SCID) – dikenal sebagai alimfositosis atau penyakit anak laki-laki dalam gelembung.

2. Diperoleh di kemudian hari (sekunder atau acquired)

Gangguan imunodefisiensi sekunder terjadi akibat dari pengaruh luar.

Apa pun yang melemahkan daya tahan tubuh Anda bisa menyebabkan gangguan imunodefisiensi sekunder, seperti:

  • Terpapar cairan tubuh dari orang yang terinfeksi HIV.
  • Terpapar bahan kimia beracun yang dapat memicu kanker, sehingga memengaruhi daya tahan tubuh Anda.
  • Mengidap kanker dan menjalani pengobatan kemoterapi.
  • Pengangkatan organ limpa karena kondisi seperti sirosis hati, anemia sel sabit, atau trauma pada limpa.
  • Penuaan. Seiring bertambahnya usia, beberapa organ yang tugasnya memproduksi sel limfosit akan mengalami penurunan fungsi dan memproduksinya lebih sedikit.
  • Malnutrisi atau kekurangan zat gizi, misalnya asupan protein yang tidak mencukupi dalam makanan.
  • Kurang tidur, karena tubuh juga menghasilkan protein saat Anda tidur untuk membantu tubuh melawan infeksi.
  • Penyakit diabetes.

Adapun contoh gangguan imunodefisiensi sekunder, meliputi:

  • AIDS.
  • Kanker sistem kekebalan, seperti leukemia.
  • Penyakit kompleks imun, seperti virus hepatitis.
  • Multiple myeloma (kanker sel plasma penghasil antibodi).

Keduanya sama-sama dapat melemahkan sistem imun tubuh Anda. Namun, yang lebih umum terjadi adalah gangguan imunodefisiensi sekunder. Jika Anda mengalaminya, Anda akan mudah tertular virus atau bakteri penyebab penyakit.

Tanda dan gejala kekebalan tubuh menurun

Setiap gangguan punya gejala khasnya masing-masing yang dapat bersifat kronis atau sering terjadi. Beberapa gejala umum penyakit kekebalan tubuh menurun, meliputi:

  • Alami penyakit mata yang menular.
  • Infeksi sinus.
  • Masuk angin.
  • Diare.
  • Radang paru-paru.
  • Infeksi jamur.

Brenda B Spriggs, MD, MPH, FACP, seorang dokter penyakit dalam dan reumatologi sekaligus medically reviewed di Healthline juga menyarankan Anda untuk memeriksa lebih lanjut ke dokter jika masalah di atas tidak merespons terhadap pengobatan atau tak kunjung membaik dari waktu ke waktu.

Cara mencegah dan mengatasi penyakit kekebalan tubuh menurun

atasi-penyakit-kekebalan-tubuh-menurun-dengan-jamur-reishi
Reishi/Lingzhi, solusi efektif mencegah dan mengatasi penyakit kekebalan tubuh menurun

Penyakit kekebalan tubuh menurun dapat ditangani dengan baik sesuai dengan jenis atau kondisi spesifiknya. Pada kasus gangguan imunodefisiensi primer, penyakit ini dapat dikontrol dan diobati, tetapi tidak dapat dicegah.

Biasanya, pengobatannya mencakup obat-obatan antivirus atau antibiotik, terapi imunoglobulin, atau mungkin transplantasi sumsum tulang (sel induk).

Sementara itu, gangguan imunodefisiensi sekunder dapat dicegah dengan cara:

  • Tidak melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang mengidap HIV/AIDS.
  • Cukup tidur setiap hari. Mayo Clinic menyarankan orang dewasa untuk tidur setidaknya delapan jam per malam.
  • Hindari dulu berinteraksi dengan orang-orang yang sedang sakit atau daya tahan tubuhnya lemah.
  • Menerapkan kebersihan yang baik, termasuk sering mencuci tangan dan rajin mendisinfeksi benda-benda yang sering disentuh.
  • Melakukan isolasi mandiri jika sedang sakit.
  • Mengonsumsi makanan yang bersih, sehat, dan bergizi seimbang.
  • Mengelola stres sebaik mungkin, misalnya yoga, meditasi, pijat, menjalani hobi, dan stay connected dengan orang-orang terdekat Anda untuk mendapatkan dukungan.
  • Rajin berolahraga dengan intensitas sedang.
  • Pertimbangkan untuk konsumsi suplemen, seperti vitamin A, B6, C, D, E, serta besi, asam folat, dan seng. Beberapa senyawa bioaktif dari makanan juga membantu meningkatkan dan memelihara daya tahan tubuh Anda seperti  polisakarida dan triterpen yang terkandung dalam jamur Reishi.

Jamur Reishi/Lingzhi bantu cegah dan atasi penyakit kekebalan tubuh menurun

cara-kerja-jamur-reishi-dalam-sistem-kekebalan-tubuh
Peran jamur Reishi/Lingzhi dalam mengatasi penyakit kekebalan tubuh menurun

Beberapa studi terkait jamur Reishi (Ganoderma lucidum) menunjukkan adanya aktivitas imunostimulasi yang berasal dari komponen aktif di dalamnya.

Senyawa bioaktif dalam jamur Reishi terbukti dapat meningkatkan proliferasi dan pematangan sel limfosit B dan T, sel mononuklear limpa, sel NK, dan sel dendritik secara in vitro dan in vivo.

Hal ini dipertegas dalam penelitian tahun 2009 yang menunjukkan bahwa tingginya kandungan polisakarida dalam ekstrak jamur Reishi mampu dan efektif mendorong proliferasi splenosit, serta aktivitas sel makrofag dan sel NK. Alhasil, kadar IL-6 dan IFN-γ (sistem imun bawaan) Anda dapat meningkat.

Selain itu, polisakarida juga dapat menekan proliferasi sel tumor secara in vivo dan meningkatkan respons imun sel inang.

Dr. Fukumi Morishige dari Linus Pauling Institute of Science and Medicine berhasil membuktikan bahwa jamur Lingzhi dapat meningkatkan imunitas penderita kanker. Ini dilihat dari hasil uji lab pasien, yaitu adanya peningkatan kadar IgA, IgG, dan IgM (sistem imun adaptif) setelah pasien mengonsumsi jamur Lingzhi.

Hal yang luar biasa lagi adalah jamur Reishi mengandung senyawa bioaktif triterpen. Senyawa ini efektif mencegah gangguan imunodefisiensi sekunder dengan mengatasi faktor pemicunya, seperti meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi kecemasan dan depresi.

Dengan menambahkan asupan jamur Reishi ke dalam diet sehari-hari, sistem kekebalan tubuh Anda dapat bekerja lebih baik dan optimal.

Kesimpulan

Suplemen kesehatan dari ekstrak jamur Reishi bisa menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh. Juga, sebagai alternatif terapi penunjang perawatan penyakit kekebalan tubuh menurun.

Tentunya, ini untuk mendukung perbaikan sistem imunitas Anda, bukan untuk menyembuhkan atau mencegah gangguan imunodefisiensi primer.

Bila perlu, konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan Anda sebelum memutuskan untuk konsumsi suplemen kesehatan dalam bentuk apapun.

Cover photo by senivpetro – www.freepik.com

Baca Juga:
Jamur Lingzhi (Reishi), Suplemen Penambah Stamina Agar Tubuh Tidak Cepat Lelah
10+1 Cara Menurunkan Gula Darah Secara Alami dan Aman Tanpa Efek Samping

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email