Waspada Batu Ginjal! Begini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

batu-ginjal-dan-upaya-untuk-mengatasinya
Batu ginjal tidak hanya penyakit yang dapat berdiri sendiri, melainkan ada faktor yang meningkatkan peluang Anda untuk terkena penyakit ini. Bagaimana ini bisa terjadi? Adakah cara untuk mengatasinya? Berikut jawabannya!

Tahukah Anda? Penyakit ginjal adalah salah satu penyakit yang sering terjadi dan banyak menelan biaya, mulai dari kista ginjal, batu ginjal, ginjal diabetik, hingga gagal ginjal kronis. Menurut National Kidney Foundation, ada lebih dari setengah juta orang yang pergi ke ruang gawat darurat karena permasalahan batu ginjal. Bahkan, diprediksi satu dari sepuluh orang akan mengalaminya pada suatu waktu di dalam hidupnya. Di Indonesia sendiri, diperkirakan 6 dari 1000 (0,6%) penduduk Indonesia (1.499.400 jiwa) menderita batu ginjal (Riskesdas 2013).

Apa itu batu ginjal?

Created by brgfx – www.freepik.com

Batu ginjal – disebut juga sebagai nefrolitiasis atau kolik renal – merupakan “benda keras” yang terdiri atas bahan kimia dalam urine Anda. Urine mengandung berbagai macam limbah atau bahan kimia di dalamnya. Ketika limbah tersebut jumlahnya terlalu banyak daripada cairan, maka terbentuklah kristal. Nah, kristal-kristal ini kemudian akan menarik elemen lainnya untuk bergabung bersama membentuk padatan yang semakin lama semakin membesar, kecuali selama dalam prosesnya, kristal-kristal ini keluar dari tubuh melalui urine.

Adapun bahan kimia pembentuk batu seperti kalsium, oksalat, urat, sistin, xantin, dan fosfat. Bahan-bahan kimia ini normalnya dibersihkan dari tubuh dan dikeluarkan melalui urine. Tentunya, dengan bantuan kinerja dari organ vital Anda, yaitu ginjal. Namun, ada suatu kondisi yang membuat tubuh Anda mungkin kekurangan cairan atau zat untuk mencegah kristal saling menyatu atau menciptakan “lingkungan” yang ideal untuk proses pembentukan batu. Alhasil, penyakit batu ginjal tidak dapat terelakkan.

Lebih lanjut, batu yang terbentuk mungkin akan tinggal di ginjal atau mengalir ke saluran kemih hingga ureter Anda. Umumnya, batu yang berukuran kecil masih bisa keluar dengan sendirinya melalui urine. Namun, jika ukurannya besar dan tidak dapat bergerak, maka akan menumpuk di ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra Anda. Kondisi inilah yang menyebabkan Anda mengalami sakit hebat.

Jenis

Batu ginjal dibagi ke dalam empat jenis utama, yaitu:

  • Kalsium oksalat, dibuat saat kalsium berikatan dengan oksalat di dalam urin. Ini biasanya dipicu oleh asupan kalsium tinggi dan cairan yang tidak cukup atau kondisi lain yang mungkin juga dapat berkontribusi.
  • Asam urat, seperti terlalu banyak makan jeroan dan kerang dapat meningkatkan kadar asam urat Anda. Ini karena tingginya konsentrasi senyawa kimia alami – dikenal sebagai purin – yang dihasilkan tubuh dari makanan tersebut. Kadar purin yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan produksi monosodium urat, sehingga dapat memicu pembentukan batu di ginjal.
  • Struvite, disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih bagian atas.
  • Sistin, cenderung diturunkan oleh keluarga.

Penyebab

Mayo Clinic menjelaskan bahwa batu ginjal sering kali tidak memiliki penyebab “tunggal” yang pasti, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang Anda terserang penyakit ini:

  • Riwayat keluarga. Jika seseorang dalam keluarga Anda mengalami ini, besar kemungkinan Anda juga akan mengalaminya.
  • Riwayat personal. Jika Anda pernah mengalami batu ginjal sebelumnya, Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena lagi di kemudian hari.
  • Dehidrasi atau tidak cukup asupan cairan setiap hari. Orang yang tinggal di lingkungan hangat atau banyak berkeringat mungkin berisiko lebih tinggi daripada orang lain.
  • Diet tertentu, seperti tinggi protein, natrium (garam), dan gula dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal Anda, sehingga memicu terbentuknya batu.
  • Kegemukan, seperti penambahan berat badan, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan lingkar pinggang yang tinggi.
  • Masalah pencernaan dan riwayat pembedahan, seperti operasi bypass lambung, penyakit radang usus, atau diare kronis dapat memengaruhi penyerapan kalsium dan air, sehingga meningkatkan jumlah zat pembentuk kristal atau batu dalam urine.
  • Riwayat kesehatan, seperti asidosis sistinuria, tubulus ginjal, hiperparatiroidisme, dan infeksi saluran kemih (ISK).
  • Konsumsi suplemen dan obat-obatan tertentu, seperti vitamin C, suplemen makanan, obat pencahar secara berlebihan, dan obat-obatan tertentu untuk mengobati migrain atau depresi.

Apa tanda saya punya batu ginjal?

Perlu dicatat bahwa setiap orang mungkin pernah memiliki batu ginjal, tetapi keparahannya bergantung pada ukurannya. Jika ukurannya kecil, masih bisa sembuh dengan sendirinya karena keluar bersama dengan urine. Namun, jika batunya berukuran besar dan menumpuk di ureter, dapat menghalangi aliran urine, sehingga ginjal membengkak dan ureter kejang. Akibatnya, Anda mengalami rasa sakit yang hebat. Pada saat ini, Anda mungkin mengalami tanda dan gejala batu ginjal seperti:

  • Rasa nyeri atau sakit hebat di bagian samping tubuh Anda, perut, dan atau punggung.
  • Disuria, yaitu rasa nyeri seperti terbakar saar buang air kecil (BAK).
  • Sering terburu-buru atau lebih sering buang air kecil atau pergi ke kamar mandi lebih cepat atau lebih sering dari biasanya.
  • Ditemukan darah dalam urine (hematuria).
  • Urine Anda jadi keruh (piuria) atau berbau.
  • Volume buang air kecil Anda mungkin sedikit. Jika aliran urine Anda berhenti total, maka ini adalah kondisi darurat medis.
  • Mual dan muntah.
  • Demam dan menggigil.
salah-satu-gejala-batu-ginjal-adalah-buang-air-kecil-lebih-cepat-atau-lebih-sering
Photo by jcomp – www.freepik.com

Cara mengatasi batu ginjal secara efektif

American Kidney Fund menjelaskan bahwa perawatan batu ginjal bergantung pada ukuran batu, jenis batu, apakah sakit atau tidak, dan apakah batu menyumbat saluran kemih atau tidak. Oleh sebab itu, Anda harus segera menemui dokter untuk mendapatkan pertolongan medis jika mengalami tanda dan gejala batu ginjal seperti di atas.

Dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk melakukan serangkaian tes, meliputi tes urine, tes darah, X-ray, dan atau CT scan. Jika hasil tes menunjukkan batu ginjal Anda kecil, dokter Anda mungkin meresepkan obat pereda nyeri dan banyak minum cairan untuk membantu mendorong batu keluar melalui saluran kemih Anda. Namun, jika ukurannya besar atau menyumbat saluran kemih, maka diperlukan perawatan tambahan, seperti:

  • Prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL), yaitu menggunakan gelombang suara yang menghasilkan getaran kuat (gelombang kejut) untuk memecah batu.
  • Perkutaneous nephrolithotomy, yaitu operasi atau pembedahan untuk mengangkat batu ginjal.
  • Mengeluarkan tabung tipis berlampu (ureteroscope) dengan kamera melalui uretra dan kandung kemih ke ureter Anda. Alat ini dapat menjerat batu atau memecahnya menjadi lebih kecil, sehingga bisa keluar melalui urine Anda.
  • Operasi kelenjar paratiroid, ketika kelenjar ini terlalu banyak menghasilkan hormon paratiroid (hiperparatiroidisme), kadar kalsium dalam darah Anda jadi terlalu tinggi. Akibatnya, batu pun bisa terbentuk.

Tips mencegah dan mengurangi risiko batu ginjal

Anda dapat mencegah dan mengurangi risiko batu ginjal dengan cara:

  • Cukup minum air sepanjang hari. Umumnya, dokter menyarankan orang dengan riwayat batu ginjal agar minum air yang cukup untuk mengeluarkan urin sekitar 2 liter dalam sehari. Anda juga bisa melihat warna urin yang jernih dan terasa ringan saat keluar sebagai tanda tubuh sudah cukup cairan. Selain itu, Anda disarankan minum air putih daripada minuman manis, seperti teh, kopi, atau minuman berenergi.
  • Batasi asupan makanan kaya oksalat, termasuk bit, okra, bayam, lobak, ubi jalar, kacang-kacangan, teh, coklat, lada hitam, dan produk kedelai.
  • Makan lebih banyak buah dan sayuran, sehingga urin lebih sedikit asam. Jika urin kurang asam, maka batu mungkin kurang bisa terbentuk.
  • Terapkan diet rendah garam dan batasi asupan protein hewani. Pilih sumber protein nabati, karena protein hewani menghasilkan urine yang lebih banyak asam, sehingga dapat memicu terbentuknya batu ginjal.
  • Konsumsi makanan kaya kalsium, tetapi hati-hati terhadap suplemen kalsium. Kalsium dalam makanan tidak berpengaruh pada risiko pembentukan batu. Anda masih bisa mengonsumsi makanan tinggi kalsium selama dokter Anda tidak melarangnya.
  • Tingkatkan kesehatan ginjal Anda dengan mengonsumsi suplemen ekstrak jamur Reishi, sehingga proses penyaringan limbah dan bahan kimia dari tubuh Anda berjalan dengan lebih baik.
tips-cegah-batu-ginjal-dengan-banyak-minum-air
Photo by Racool_studio – www.freepik.com

Khasiat jamur Reishi dalam menjaga kesehatan ginjal Anda

Jamur Reishi atau Lingzhi (Ganoderma lucidum) dikenal sebagai jamur obat yang khasiatnya untuk kesehatan telah diakui oleh dunia. Bahkan, jamur Reishi disebut-sebut sebagai jamur keabadian atau jamur ajaib karena khasiatnya yang luar biasa. Salah satunya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan ginjal Anda agar dapat menyaring limbah atau bahan kimia dari tubuh dengan maksimal. Secara tidak langsung, hal ini juga akan berpengaruh dalam mencegah dan mengurangi risiko terkena batu ginjal.

Kekuatan antioksidan dari jamur Reishi sudah tidak diragukan lagi dalam melindungi sel ginjal Anda dari kerusakan akibat radikal bebas. Hasil penelitian Yan et al. 2013 menunjukkan bahwa senyawa lingzhiol dalam jamur Reishi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat untuk menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel ginjal dan menghambat peradangan berlebihan di dalam tubuh Anda.

Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Zhong et al. 2015 juga menemukan adanya aktivitas antioksidan dalam senyawa bioaktif Ganoderma lucidum polysaccharide peptide (GLPP) yang terkandung dalam jamur Lingzhi. Inilah yang memberikan efek perlindungan pada kasus Renal Ischemia-Reperfusion Injury (RIRI). Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa GLPP dapat dikembangkan sebagai obat pencegahan cedera ginjal akut.

Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa menambahkan asupan suplemen jamur Reishi ke dalam diet adalah salah satu upaya untuk mencegah kerusakan sel ginjal lebih lanjut dan melindungi Anda dari penyakit batu ginjal. Bahkan, kemampuan antioksidannya ini mampu menghentikan kerusakan pada tingkat sel Anda yang sangat dalam. Silahkan Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan suplemen jamur Reishi aman untuk Anda konsumsi sehari-hari.

Photo by diana.grytsku – www.freepik.com

Baca Juga:
Penyebab Nefropati Diabetik dan Cara Menanganinya dengan Tepat
Cara Mengelola Gagal Ginjal Kronis (CKD) dengan Baik

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email