Berikut Nilai Saturasi Oksigen Normal dan Cara Meningkatkannya!

nilai-saturasi-oksigen-normal-dan-cara-meningkatkannya-review-reishi
Saturasi oksigen adalah seberapa banyak hemoglobin Anda yang berikatan dengan oksigen dibandingkan dengan yang tidak. Berapa nilai normalnya?

Sebagian orang mungkin masih belum mengetahui nilai saturasi oksigen normal. Namun sebelumnya, Anda harus memahami bahwa saturasi oksigen adalah elemen penting yang harus diperhatikan selama menjalani perawatan. Terkadang, ini disebut juga dengan O2 sats.

Saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak hemoglobin Anda saat ini yang berikatan dengan oksigen dibandingkan dengan hemoglobin yang tidak berikatan dengan oksigen. Hemoglobin sendiri adalah zat dalam darah Anda yang tugasnya mengikat oksigen untuk dibawa ke organ, jaringan, hingga sel-sel tubuh melalui aliran darah Anda.

Mengapa hal ini penting? Karena oksigen diatur secara ketat di dalam tubuh Anda. Bila Anda mengalami hipoksemia (kadar oksigen dalam darah rendah), maka dapat menyebabkan banyak efek samping akut pada sistem organ Anda, termasuk otak, jantung, dan ginjal [1].

Nilai saturasi oksigen normal

Seperti penjelasan sebelumnya, saturasi oksigen yang rendah dapat menyebabkan Anda mengalami hipoksemia. Ini adalah suatu kondisi di mana tingkat oksigen dalam darah Anda di bawah normal, khususnya di pembuluh darah arteri.

Hipoksemia adalah tanda adanya masalah yang berkaitan dengan sistem pernapasan atau sirkulasi Anda, dan dapat menimbulkan sejumlah gejala, termasuk sesak napas.

Anda mengalami atau tidak kondisi hipoksemia ditentukan dengan mengukur kadar oksigen dalam sampel darah Anda yang diambil dari arteri. Hal ini juga dapat diperkirakan dengan mengukur saturasi oksigen darah Anda menggunakan oksimeter pulsa – semacam perangkat kecil yang dijepitkan ke jari Anda.

Nilai oksigen arteri normal berkisar antara 75-100 mm Hg. Jika nilainya kurang dari 60 mm Hg, biasanya menunjukkan Anda membutuhkan oksigen tambahan. Sementara nilai saturasi oksigen normal (dari pembacaan oksimeter pulsa) berkisar antara 95-100%. Jika nilainya kurang dari 90%, maka dianggap berbahaya dan membutuhkan perawatan segera [2, 3, 4].

Gejala kadar oksigen dalam darah rendah

Jika kadar oksigen darah Anda rendah, maka dapat menyebabkan sirkulasi yang tidak normal dan menimbulkan gejala seperti berikut [5]:

  • Sesak napas.
  • Sakit kepala.
  • Kegelisahan.
  • Pusing.
  • Laju napas cepat.
  • Sakit di area dada.
  • Kebingungan.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Menurunnya kemampuan koordinasi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Perasaan euforia.
  • Detak jantung cepat.

Jika kondisi ini semakin tidak terkendali, Anda mungkin akan menunjukkan gejala sianosis. Tanda khas dari kondisi ini adalah perubahan warna biru pada dasar kuku, kulit, dan selaput lendir.

Sianosis juga dianggap sebagai kondisi darurat. Jika Anda mengalami gejala ini, Anda harus segera mendapatkan pertolongan medis. Jika tidak, ini dapat menyebabkan gagal napas, bahkan mengancam keselamatan jiwa [6].

Penyebab menurunnya kadar oksigen dalam darah

Hipoksemia atau kadar oksigen di bawah nilai normal dapat disebabkan oleh [4]:

  • Tidak cukup oksigen di udara.
  • Ketidakmampuan paru-paru untuk menghirup dan mengirim oksigen ke semua sel dan jaringan.
  • Ketidakmampuan aliran darah untuk bersirkulasi ke paru-paru, mengumpulkan oksigen, dan mengangkutnya ke seluruh tubuh.

Adapun beberapa kondisi dan situasi medis yang dapat berkontribusi pada faktor-faktor di atas, termasuk [3, 4, 5, 6]:

  • Asma.
  • Penyakit jantung, termasuk penyakit jantung bawaan.
  • Dataran tinggi.
  • Anemia.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Penyakit paru interstisial.
  • Empisema.
  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).
  • Radang paru-paru.
  • Penyumbatan arteri di paru-paru, misalnya karena pembekuan darah (emboli paru).
  • Fibrosis paru atau jaringan parut dan kerusakan pada paru-paru.
  • Adanya udara atau gas di bagian dada yang membuat paru-paru Anda kolaps (pneumotoraks).
  • Kelebihan cairan di paru-paru (edema paru).
  • Sleep apnea, yaitu pernapasan terganggu saat tidur.
  • Obat-obatan tertentu, termasuk beberapa narkotika dan obat penghilang rasa sakit.

Cara meningkatkan saturasi oksigen kembali normal

Secara umum, nilai saturasi oksigen di bawah 95% dianggap tidak normal dan di bawah 90% adalah kondisi darurat [7].

Jika ini terjadi, maka Anda sangat memerlukan terapi oksigen. Otak adalah organ yang paling rentan terhadap hipoksemia, mengingat sel-sel otak dapat mulai mati hanya dalam waktu lima menit akibat kekurangan oksigen.

Jadi, bisa dibayangkan apa yang terjadi jika hipoksemia bertahan lebih lama, maka Anda dapat mengalami koma, kejang, bahkan kematian otak [8].

Inilah alasan mengapa Anda perlu mengetahui penyebab rendahnya nilai saturasi oksigen Anda, sehingga dapat memperbaiki masalahnya.

Penyakit kronis

Dalam kondisi kronis, seperti asma dan PPOK, biasanya disebabkan oleh pertukaran udara yang rendah di paru-paru dan alveoli. Selain terapi oksigen, Anda mungkin juga memerlukan steroid atau bronkodilator (inhaler) untuk membuka saluran udara Anda.

Gangguan sirkulasi darah

Pada kasus gangguan peredaran darah, seperti penyakit jantung, biasanya terjadi karena aliran darah yang tidak memadai, sehingga mengurangi pengiriman oksigen ke seluruh tubuh. Pemberian obat-obatan untuk meningkatkan fungsi jantung atau mengobati aritmia jantung, dapat membantu meningkatkan oksigenasi.

Anemia

Jika pemicunya adalah anemia, maka disebabkan oleh suplai darah ke jaringan yang berkurang. Hal ini terjadi akibat rendahnya jumlah sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh bersama dengan hemoglobin. Terkadang, dalam kasus anemia yang parah, Anda perlu melakukan transfusi sel darah merah untuk meningkatkan tingkat sel darah merah yang sehat [9].

Perubahan gaya hidup

Selain dengan pengobatan medis, beberapa perubahan gaya hidup berikut ini dapat Anda terapkan untuk mengurangi gejala sesak napas, serta meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup Anda, di antaranya:

  • Berhenti merokok.
  • Hindari tempat di mana ada orang lain yang merokok.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, termasuk makan banyak buah dan sayuran.
  • Berolahraga secara teratur.

Meningkatkan saturasi oksigen dengan teknik proning

Proning adalah teknik membalikkan badan, sehingga Anda berbaring telungkup dengan tepat dan aman. Ini adalah salah satu cara untuk menambah pasokan oksigen di dalam tubuh. Cara melakukan teknik proning adalah [10, 11, 12]:

  1. Letakkan 1 bantal di bawah leher, 1 bantal di bawah area panggul, dan 1 bantal di bawah kaki Anda.
  2. Ambil posisi tengkurap di atas bantal tersebut dan lakukan selama 30 menit.
  3. Kemudian, ubah posisi menjadi berbaring di sisi kanan Anda dan lakukan selama 30 menit.
  4. Setelah itu, letakkan 3 bantal tepat di bawah punggung Anda dan sandarkan punggung Anda ke tumpukan bantal tersebut, sehingga posisi Anda setengah duduk. Lakukan selama 30 menit.
  5. Atur kembali posisi bantal Anda seperti pada poin 1.
  6. Kemudian, ubah posisi menjadi berbaring di sisi kiri Anda dan lakukan selama 30 menit.
  7. Setelah selesai, kembalikan posisi Anda seperti semula, yaitu tengkurap.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat melakukan teknik proning adalah:

  • Lakukan setiap perubahan gerakan secara teratur dalam posisi berbaring.
  • Lebih baik tidak menghabiskan waktu lebih dari 30 menit di setiap posisi.
  • Hanya dilakukan saat Anda memiliki saturasi oksigen kurang dari 94%.
  • Selama isolasi rumah, ini dilakukan bersama dengan pemantauan tanda-tanda lainnya, seperti suhu tubuh, gula darah, dan tekanan darah.

Original featured image by rawpixel.com – www.freepik.com

Baca Juga:
Ini Perbedaan dan Persamaan Gejala COVID-19 dan Flu Biasa
6 Tanda Sistem Imunitas Tubuh Melemah

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email