Yuk, Kenali Penyebab Alergi dan Cara Efektif Mengatasinya!

penyebab-alergi-dan-cara-mengatasinya
Serbuk sari, bulu, makanan, dan lainnya bukanlah penyebab alergi, melainkan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan faktor utamanya

Siapa sih yang tidak kesal kalau alergi tiba-tiba kambuh? Yups, alergi bisa saja kambuh dalam berbagai bentuk dan ukuran. Orang lain mungkin bisa bepergian menikmati indahnya cuaca, tetapi Anda justru harus berdiam diri di rumah, menghindari pergi ke luar ruangan dengan cara apa pun.

Begitu pula dengan orang yang alergi makanan, tidak bisa menikmati aneka makanan layaknya orang lain, karena harus selektif agar alergi tidak kambuh. Sebenarnya, apa sih penyebab seseorang bisa alergi? Apakah ada cara untuk mengatasinya?

Penyebab seseorang mengalami alergi

Melansir dari laman resmi Carolina Asthma and Allergy Center, orang yang alergi disebabkan sistem kekebalan tubuhnya menghasilkan antibodi yang berbeda agar terlindungi dari penyakit. Antibodi ini dikenal juga sebagai immunoglobulin E (IgE) yang berfungsi untuk membantu memerangi gejala alergi.

IgE adalah pembawa pesan kimiawi menuju sel untuk menyampaikan informasi bahwa tubuh perlu pertahanan kimiawi dari penyerbu asing. Orang yang alergi memiliki kadar IgE yang tinggi terhadap paparan lingkungan yang tidak berbahaya, seperti bulu, serbuk sari, cuaca dingin, debu, atau makanan tertentu.

Perlu diketahui juga bahwa antibodi IgE dibuat secara khusus untuk setiap jenis alergen. Inilah mengapa Anda bisa mengalami alergi terhadap serbuk sari atau jenis makanan tertentu, seperti udang, sementara makanan lain bisa Anda konsumsi tanpa menimbulkan masalah.

Lama-kelamaan, sistem kekebalan tubuh Anda pun mengembangkan memori imunologis, yaitu respons imun yang memungkinkan tubuh Anda merespons lebih cepat seperti vaksin.

Dalam kasus alergi, respons ini semakin meningkat dan paparan yang terjadi secara berulang dapat menyebabkan sistem kekebalan bereaksi berlebihan. Bersin, batuk, hidung tersumbat, terisak, atau peningkatan gejala asma merupakan akibat dari alergi [1].

Jadi, serbuk sari, bulu, dan lainnya bukanlah penyebab dari alergi, melainkan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan faktor utamanya.

Kapan alergi terjadi?

Dalam banyak kasus, alergi pertama kali muncul di awal kehidupan, yaitu masa bayi atau balita. Sebagian besar alergi bisa menjadi masalah seumur hidup, meskipun dalam beberapa kasus dapat sembuh dengan sendirinya.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko seseorang mengembangkan alergi, yaitu keturunan dan daya tahan tubuh lemah, seperti terserang infeksi virus.

Menurut WebMD, anak dengan salah satu orang tuanya alergi berpeluang 33% untuk mengembangkan alergi. Sementara jika kedua orang tuanya alergi, maka kemungkinannya jadi lebih tinggi, yaitu sekitar 70% [2].

Bisakah alergi dicegah?

Sayangnya, alergi tidak selalu dapat dicegah. Namun, Anda dapat mengobatinya saat kambuh. Misalnya, jika Anda mengalami reaksi alergi setelah makan kacang, udang, atau kerang, hentikan segera makan makanan ini. Para ahli pun sepakat bahwa dalam kasus alergi makanan, pengobatan terbaik adalah dengan menghindari makanan tersebut.

Jika Anda alergi dengan bulu hewan peliharaan, serbuk sari, dan pemicu alergi umum lainnya, Anda bisa menggunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter, termasuk semprotan hidung steroid dan antihistamin untuk meredakan gejalanya. Bila perlu, sesuaikan gaya hidup Anda sehingga terhindar dari alergen yang memicu reaksi alergi Anda.

Tips memaksimalkan pengobatan alergi

ganoderma-lucidum

Tingkat keparahan dan jenis gejala alergi yang Anda alami pada reaksi awal, serta jumlah makanan yang dapat membuat Anda alergi dapat membantu memprediksi peluang Anda dalam “mengatasi” alergi.

Selain dengan menghindari paparan alergen dan konsumsi obat-obatan, melengkapi asupan zat gizi dengan ekstrak jamur Reishi juga dapat membantu meringankan gejala alergi. Jamur legendaris dalam pengobatan tradisional Cina dan Jepang ini telah terbukti memiliki khasiat dalam membantu mengobati alergi yang parah.

Menurut para ahli, jamur Reishi (Ganoderma lucidum) memiliki kemampuan memodulasi sistem kekebalan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, telah disebut sebagai ramuan ajaib untuk membantu pengobatan alergi, karena memiliki sifat antiinflamasi dan anti alergi [3, 4].

Selain itu, jamur obat ini mengandung triterpene ganoderic acid C1 yang dianggap berperan dalam menekan badai sitokin pada kasus Crohn’s disease (CD) – meskipun perlu dilakukan uji klinis lebih lanjut [5].

Cover photo by wayhomestudio – www.freepik.com

Baca Juga:
Keampuhan Jamur Reishi dalam Mengobati Alergi Kulit Secara Alami
Cegah dan Atasi Penyakit Kekebalan Tubuh Menurun (Imunodefisiensi) dengan Jamur Reishi

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email