15 Suplemen untuk Meningkatkan Sistem Imun yang Lemah

suplemen-peningkat-sistem-imun-yang-lemah
Sistem imun yang lemah dapat membuat Anda mudah terserang penyakit infeksi, karena menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan serangan patogen penyebab penyakit, termasuk virus, racun, dan bakteri. Oleh sebab itu, menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat adalah kunci untuk mencegah infeksi.

Cara yang paling penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, cukup tidur, serta olahraga secara rutin. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa melengkapi nutrisi harian Anda dengan vitamin, mineral, herbal, dan zat tertentu lainnya dapat meningkatkan sistem imun yang lemah dan berpotensi melindungi Anda dari penyakit.

Berbagai suplemen untuk meningkatkan sistem imun yang lemah

Berikut beberapa suplemen yang dapat meningkatkan sistem imun yang lemah, di antaranya:

1. Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin larut dalam lemak yang berperan penting untuk kesehatan dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Manfaatnya dapat meningkatkan kemampuan monosit dan makrofag – sel darah putih yang merupakan bagian penting dari pertahanan tubuh – dalam melawan patogen dan mengurangi peradangan. Selain itu, studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan bagian atas, termasuk influenza dan asma. Penelitian lain juga mencatat bahwa suplemen vitamin D dapat meningkatkan respons tubuh terhadap pengobatan antivirus pada orang dengan infeksi tertentu, termasuk hepatitis C dan HIV.

2. Seng

Seng adalah mineral yang biasa ditambahkan ke dalam suplemen dan produk perawatan kesehatan lainnya, seperti tablet hisap untuk meningkatkan sistem imun yang lemah. Mineral ini dibutuhkan untuk perkembangan sel kekebalan dan berperan penting dalam respons inflamasi tubuh. Kekurangan seng secara signifikan dapat memengaruhi kemampuan sistem kekebalan, sehingga mengakibatkan peningkatan risiko penyakit infeksi, termasuk pneumonia.

3. Vitamin C

Salah satu suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang populer adalah vitamin C. Terlebih lagi, suplemen ini mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Vitamin C mendukung fungsi sel kekebalan tubuh dan meningkatkan kemampuannya untuk melindungi Anda dari infeksi. Selain itu, vitamin ini diperlukan juga untuk regenerasi sel, sehingga menjaga sistem kekebalan tetap sehat dengan cara membersihkan sel-sel lama dan menggantinya dengan sel-sel yang baru.

Kemampuan vitamin C dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel juga telah diakui oleh para ahli. Penumpukan radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan kondisi stres oksidatif. Ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan kekebalan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.

4. Elderberry

Elderberry hitam (Sambucus nigra) telah lama digunakan untuk mengobati infeksi. Sebuah studi menunjukkan potensi ekstrak elderberry sebagai antibakteri dan antivirus yang kuat terhadap patogen bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas, seperti influenza. Terlebih lagi, tanaman ini telah terbukti meningkatkan respons sistem kekebalan dan membantu mempersingkat durasi dan keparahan pilek, serta gejala yang berkaitan dengan infeksi virus. Hanya saja, diperlukan lebih banyak penelitian lagi untuk memahami potensi elderberry sepenuhnya terhadap sistem kekebalan tubuh. Umumnya, suplemen elderberry dijual dalam bentuk cair atau kapsul.

5. Jamur obat

Jamur obat telah digunakan sejak zaman kuno untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit dan infeksi. Ada banyak jenis jamur obat yang telah dipelajari potensinya dalam meningkatkan sistem imun yang lemah. Sekitar 270 spesies jamur obat yang telah diteliti para ahli memiliki khasiat peningkat kekebalan, salah satunya yang terbesar adalah jamur Reishi (Ganoderma lucidum).

Jamur Reishi adalah salah satu jamur obat yang telah terbukti memiliki efek imunomodulasi yang berasal dari kandungan polisakaridanya. Komponen aktif ini dapat merangsang proliferasi sel mononuklear limpa dan produksi sitokin ketika tubuh mengalami infeksi.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa melengkapi asupan makanan harian dengan jamur obat tertentu dapat meningkatkan kesehatan kekebalan dengan beberapa cara dan mengurangi gejala kondisi tertentu, termasuk asma dan infeksi paru-paru. Umumnya, produk jamur obat dapat Anda temukan dalam bentuk tincture (larutan obat), teh, dan suplemen.

6-15. Suplemen lainnya dengan potensi meningkatkan kekebalan

Selain suplemen yang tercantum di atas, ada beberapa suplemen lainnya yang dapat membantu meningkatkan respons imun, di antaranya:

  • Astragalus: ramuan yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Studi menunjukkan bahwa ekstraknya secara signifikan dapat meningkatkan respons imun tubuh.
  • Selenium: mineral penting untuk kesehatan kekebalan tubuh. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa suplemen selenium dapat meningkatkan pertahanan antivirus terhadap strain influenza, termasuk H1N1.
  • Bawang putih: memiliki sifat antiinflamasi dan antivirus yang kuat. Efek ini telah terbukti dapat meningkatkan sistem imun yang lemah dengan merangsang sel darah putih pelindung, seperti sel NK dan makrofag. Hanya saja, penelitian pada manusia terkait hal ini masih terbatas.
  • Sambiloto: mengandung andrographolide, yaitu senyawa terpenoid yang ditemukan memiliki efek antivirus terhadap patogen penyebab penyakit pernapasan, termasuk enterovirus D68 dan influenza A.
  • Akar manis: mengandung banyak zat aktif, termasuk glycyrrhizin, yang dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi virus.
  • Pelargonium sidoides: dapat meringankan gejala infeksi saluran pernapasan akut, termasuk flu biasa dan bronkitis. Namun, hasil penelitiannya ini beragam, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian lagi.
  • Vitamin B kompleks: berperan penting untuk respons imun yang sehat.
  • Kurkumin: senyawa aktif utama dalam kunyit yang memiliki sifat antiinflamasi kuat, sehingga dapat membantu meningkatkan sistem imun yang lemah.
  • Echinacea: terbukti dapat meningkatkan kesehatan kekebalan dan diduga memiliki efek antivirus terhadap beberapa virus pernapasan, termasuk virus pernafasan syncytial dan rhinovirus.
  • Propolis: bahan mirip resin yang diproduksi oleh lebah madu untuk digunakan sebagai sealant pada sarang lebah. Potensi efek peningkatan kekebalan dan sifat antivirusnya masih perlu diteliti lebih lanjut pada manusia.

Kesimpulan

Inilah beberapa jenis suplemen yang dapat Anda konsumsi untuk meningkatkan sistem imun yang lemah. Perlu dicatat bahwa Anda tidak boleh dan tidak bisa menjadikannya sebagai pengganti pola makan dan gaya hidup sehat. Ingatlah, Anda tetap harus menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang, cukup tidur, beraktivitas fisik secara teratur, serta tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, untuk membantu menjaga imunitas tetap sehat. Selalu bicarakan dengan ahli kesehatan Anda sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen, karena bisa saja berinteraksi dengan obat tertentu yang sedang Anda konsumsi atau tidak sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Cover photo by 8photo – www.freepik.com

Baca Juga:
Manfaat Jamur Lingzhi untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi COVID-19
Ini Cara Reishi Merawat Hepatitis, Alami dan Efektif!

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email