6 Cara Mengatasi Alergi Makanan Secara Alami, Terbukti Secara Ilmiah!

6-cara-mengatasi-alergi-makanan-secara-alami
Bergantung dengan gejala yang dialami, Anda juga dapat mengatasi alergi makanan dengan cara alami. Apa saja itu? Yuk, cek di sini!

Alergi makanan memang bisa mematikan, tetapi tidak semua kasusnya berakhir di ruang gawat darurat. Bergantung dengan gejala yang dialami, Anda juga dapat mengatasi reaksi alergi dengan perawatan rumahan.

Tentu saja, ini bisa memangkas pegeluaran bahkan menyelamatkan hidup Anda dari komplikasi yang lebih parah. Lantas, bagaimana cara mengatasi alergi makanan secara alami dengan perawatan di rumah? Here’s we go!

Perhatian!
Jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, segera cari bantuan dokter, karena anafilaksis dapat terjadi dalam hitungan menit bahkan detik:

  • Mengi atau bunyi napas tinggi.
  • Sulit bernapas.
  • Sulit menelan.
  • Palpitasi jantung.
  • Penurunan kesadaran.
  • Bicara cadel.
  • Pembengkakan pada wajah, mata, atau lidah.
  • Nyeri dada atau sesak.
  • Denyut nadi cepat.
  • Pusing.
  • Muntah, diare, atau kram perut.

6 Cara mengatasi alergi makanan secara alami

Beberapa kasus alergi makanan mungkin tidak terlalu parah. Kadang-kadang, alergi ini pertama kali ditemukan saat bereaksi ringan, seperti kesemutan di mulut dan bibir, gatal-gatal, atau sakit perut.

Namun, beberapa dari gejala ini juga bisa menunjukkan tahap awal dari anafilaksis. Jadi, Anda yang memiliki alergi harus selalu berhati-hati dan waspada.

Melansir dari laman Dr. Axe, ada beberapa cara mengatasi alergi makanan secara alami yang patut untuk dicoba, setidaknya ini bisa Anda lakukan ketika gejala masih bersifat ringan:

1. Jauhi makanan yang meningkatkan peradangan

Beberapa jenis makanan berikut dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh, melemahkan sistem kekebalan, dan menyebabkan masalah pencernaan. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki alergi makanan, sebaiknya menghindari makanan-makanan ini:

Makanan kemasan

Makanan yang dikemas dan diproses secara ultra mungkin mengandung GMO, seperti jagung, kedelai, kanola, dan minyak nabati yang memicu reaksi alergi dan intoleransi makanan. Jenis makanan ini juga bisa mengandung bahan tersembunyi yang dapat menyebabkan reaksi alergi.

Inilah mengapa penting bagi Anda membaca label makanan kemasan dengan hati-hati untuk memastikan makanan yang Anda makan aman dan tidak menyebabkan alergi.

Gula

Gula bisa menyebabkan bakteri jahat berkembang lebih banyak, melemahkan sistem kekebalan, dan meningkatkan intoleransi makanan.

Karena konsumsi gula secara berlebihan bisa menyebabkan peradangan, maka hal itu dapat memperburuk gejala alergi makanan dan membatasi kemampuan tubuh Anda untuk mentolerir makanan secara normal.

Perasa buatan

Perasa buatan dapat memperburuk alergi makanan. Para ahli meyakini bahwa pewarna yang digunakan dalam makanan kemasan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, baik pada anak-anak dan orang dewasa.

Ada bukti yang memperlihatkan bahwa ekstrak cochineal yang digunakan untuk memberi warna merah pada makanan dapat menyebabkan reaksi alergi dan asma.

Dr. Axe juga menjelaskan bahwa Starbucks dulu menggunakan ekstrak cochineal untuk mewarnai minuman Frappuccino stroberinya hingga beralih ke pigmen yang ditemukan dalam tomat. Label makanan tidak harus mencantumkan nama kimia penyedap rasa atau daftar lengkap semua rasa yang ada.

Inilah mengapa terkadang Anda hanya melihat “warna ditambahkan” atau “warna buatan” pada label makanan. Jadi, Anda harus selalu berhati-hati dengan makanan kemasan yang Anda makan.

Gluten

Gluten juga telah menjadi bahan makanan yang sangat diperhatikan akhir-akhir ini. Persentase signifikan dari masalah yang disebabkan oleh konsumsi gandum dan/atau gluten, meskipun tidak menderita penyakit celiac atau alergi gandum.

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien melaporkan gejala pencernaan dan non-pencernaan membaik setelah menjalani diet bebas gluten.

Studi juga menunjukkan bahwa gluten dianggap sebagai pemicu gejala hipersensitivitas makanan bagi 20 – 45 persen orang dewasa. Gejala dari intoleransi gluten bahkan mampu membuat Anda percaya bahwa Anda alergi terhadap makanan lain, padahal sebenarnya tidak.

Itulah mengapa Dr. Axe menyarankan untuk sebaiknya menghindari konsumsi makanan yang mengandung gluten.

2. Hindari makanan yang memicu alergi

Meskipun makanan apa pun bisa saja memicu reaksi, makanan yang menyebabkan sebagian besar reaksi alergi secara signifikan relatif sedikit.

Jika Anda benar-benar ingin mengatasi alergi makanan secara alami, Anda harus mengetahui bahwa lebih dari 90 persen alergi makanan disebabkan oleh makanan berikut:

  • Susu sapi.
  • Telur.
  • Gandum.
  • Alergi kedelai.
  • Kacang-kacangan.
  • Kacang pohon, seperti hazelnut, kenari, kacang mete, dan almond. Dalam kasus alergi makanan terkait kacang pohon yang jarang terjadi, seperti pecan, chestnut, kacang Brazil, kacang pinus, kacang macadamia, pistachio, kelapa, kacang Nangai dan biji pohon ek.
  • Kerang, termasuk kelompok krustasea (kepiting, lobster, udang, dan sejenisnya) dan moluska (cumi-cumi, gurita, dan sotong).
  • Ikan. Karena reaktivitas silang di antara berbagai spesies ikan, orang dengan alergi ikan harus menghindari semua spesies ikan sampai suatu spesies terbukti aman untuk dimakan.

3. Mengonsumsi makanan non-alergenik

Ketika Anda sedang mempertimbangkan pengobatan alergi makanan, alternatif alergi makanan ini paling kecil kemungkinannya menyebabkan reaksi alergi dan membantu meningkatkan sistem kekebalan Anda:

  • Sayuran berdaun hijau, termasuk bayam, kangkung, selada air, brokoli, dan lainnya, sangat kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, dan enzim yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan.
  • Makanan kaya probiotik dan fermentasi, seperti kefir, kimchi, natto, yogurt, keju mentah, miso, dan kombucha, karena dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan dan mengurangi hipersensitivitas tubuh.
  • Kaldu tulang sapi dan ayam juga bisa mendukung penyembuhan usus bocor karena mengandung asam amino dan mineral yang diperlukan untuk perbaikan.
  • Santan sebagai alternatif terbaik untuk susu sapi, karena bebas dari susu, laktosa, kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Selai almond, cocok untuk Anda yang alergi kacang dan selai kacang. Almond butter hanyalah kacang almond yang digiling dan memberikan banyak manfaat kesehatan, karena rendah lemak jenuh dan kaya lemak tak jenuh, serat, antioksidan, vitamin, dan mineral.
  • Biji-bijian, seperti rami, chia, labu dan bunga matahari, bisa menjadi camilan yang enak dan topping sehat untuk salad, smoothie, dan gandum. Biji mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi, sama seperti kacang-kacangan, serat, protein, vitamin B1, mangan, magnesium, fosfor, dan selenium.
  • Tepung bebas glulten, termasuk tepung kelapa, almond, dieja, oat, dan beras. Mengonsumsi makanan olahan tepung bebas gluten dapat mengurangi kemungkinan reaksi alergi.
  • ASI eksklusif, tampaknya memiliki efek pencegahan pada perkembangan awal asma dan dermatitis atopik hingga usia dua tahun. Hal ini juga diperjelas oleh studi dalam Pediatrics Clinics of North America bahwa ASI melengkapi dan menciptakan fondasi yang kuat untuk sistem kekebalan bawaan dan adaptif bayi.

4. Cobalah diet eliminasi

Diet eliminasi dapat membantu Anda “menyingkirkan” alergi makanan dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Perlu dicatat bahwa ini adalah rencana makan jangka pendek dengan menghilangkan makanan seperti pada poin 1 dan 2.

Setelah itu, Anda diperkenalkan kembali dengan makanan tersebut satu per satu untuk menentukan makanan mana yang dapat ditoleransi dengan baik dan tidak. Sebab, satu-satunya pengobatan alergi makanan yang tepat adalah menghilangkan alergen dari makanan Anda sepenuhnya, dan diet eliminasi akan membantu Anda.

Cara melakukan

Pelaksanaan diet eliminasi berlangsung selama 3 – 6 minggu. Dalam waktu 4 – 6 minggu, Anda harus dapat menentukan makanan apa yang menyebabkan gejala alergi Anda. Berikut langkah-langkahnya:

  • Singkirkan alergen umum atau makanan sensitif setidaknya selama tiga minggu. Catat dalam jurnal makanan Anda bial perlu.
  • Isi piring Anda dengan sayuran segar, sumber protein (seperti daging sapi dan unggas dan sedikit kacang kecambah), lemak sehat (seperti alpukat dan minyak kelapa), karbohidrat, serta buah.
  • Setelah setidaknya tiga minggu, konsumsi kembali satu kelompok makanan pada satu waktu, dan makan setiap makanan baru sekitar 1 – 2 minggu. Catat gejala yang Anda alami dan perhatikan setiap perubahan gejalanya.
  • Jika gejala muncul kembali setelah memakan makanan yang mencurigakan, pastikan lagi bahwa makanan ini adalah pemicunya dengan menghilangkannya sekali lagi. Perhatikan gejalanya.

5. Konsumsi suplemen

Mengonsumsi suplemen tertentu dapat membantu mengatasi alergi makanan yang Anda alami, seperti:

Enzim pencernaan

Pencernaan protein makanan yang tidak sempurna telah dikaitkan dengan alergi makanan dan gejala gastrointestinal. Enzim pencernaan dapat membantu sistem pencernaan menghancurkan partikel makanan sepenuhnya, dan ini termasuk obat alergi makanan yang penting.

Probiotik

salah-satu-cara-mengatasi-alergi-makanan-dengan-mengonsumsi-probiotik
Photo by pressfoto – www.freepik.com

Bakteri baik dapat membantu sistem kekebalan menangani makanan dengan lebih baik.

Studi tahun 2001 dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menunjukkan peran bakteri usus komensal dalam mencegah alergi. Penelitian ini menghasilkan hipotesis bahwa probiotik dapat meningkatkan toleransi oral.

Untuk meningkatkan bakteri baik di usus, Anda disarankan mengonsumsi 50 miliar organisme setiap hari.

MSM (Methylsulfonylmethane)

Sebuah studi dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menunjukkan bahwa suplemen MSM dapat berfungsi sebagai pengobatan alergi makanan yang efektif.

MSM merupakan senyawa yang mengandung sulfur organik yang dapat meningkatkan imumitas tubuh, menurunkan peradangan, dan membantu memulihkan jaringan tubuh yang sehat.

MSM adalah obat alergi makanan yang bermanfaat, karena juga dapat digunakan untuk meredakan masalah pencernaan dan kulit.

L-glutamin

Penelitian menunjukkan bahwa l-glutamin dapat membantu memperbaiki usus yang bocor dan kesehatan kekebalan tubuh. Jika Anda mengalami usus bocor atau permeabilitas usus, cenderung menyebabkan berbagai kondisi kesehatan, termasuk alergi.

Dengan mengonsumsi suplemen l-glutamin, dapat berperan sebagai obat alergi makanan alami, karena perannya menghambat peradangan.

Jamur Reishi/Lingzhi

Studi klinis oleh Powell (2004) menemukan bahwa jamur Reishi (Ganoderma lucidum) memiliki serangkaian senyawa bioaktif yang saling bekerja bersama sebagai imunonutrisi untuk mengatasi respons alergi yang dimediasi histamin.

Studi review pada tahun 2014 menyatakan bahwa jamur Reishi mengandung asam ganoderic C dan D, serta senyawa triterpenoid cyclo-octasulfur yang dapat menghambat pelepasan senyawa histamin dari sel mast. Ini menunjukkan bahwa jamur Reishi (Lingzhi) memiliki aktivitas farmakologis sebagai antihistamin.

Selain itu, jamur Reishi juga diketahui memiliki efek antiinflamasi yang berasal dari komponen aktif Triterpene ganoderic acid C1 (GAC1) dan dapat digunakan sebagai terapi alternatif pada penderita penyakit Crohn. Seperti yang Anda ketahui, penyakit Crohn adalah penyakit inflamasi kronis pada saluran pencernaan.

Oleh karena jamur Reishi terbukti dapat bertindak sebagai antihistamin dan antiinflamasi, mengonsumsi suplemen jamur Reishi dapat membantu mengatasi alergi makanan secara alami.

6. Menggunakan minyak esensial

Cara mengatasi alergi makanan secara alami selanjutnya adalah dengan menggunakan minyak atsiri berikut:

Minyak peppermint

Peppermint oil dapat menenangkan saluran pencernaan dan mengurangi peradangan yang berhubungan dengan alergi makanan. Selain itu, juga dapat membantu meredakan gejala alergi, seperti sakit kepala dan gatal-gatal.

Cobalah mengoleskan minyak ini ke pelipis, perut, atau bagian bawah kaki. Jika Anda ingin meredakan gejala pencernaan, Anda bisa meminum 1 – 2 tetes secara internal dengan meletakkannya di langit-langit mulut atau dengan segelas air.

Minyak kayu putih

Minyak esensial lainnya yang bisa meredakan reaksi alergi adalah minyak kayu putih, karena dapat meningkatkan sirkulasi pernapasan dan mengurangi gejala alergi makanan. Eucalyptus mengandung sitronelal dengan efek analgesik dan antiinflamasi.

Selain itu, dapat bekerja sebagai ekspektoran, yaitu membantu membersihkan tubuh dari racun. Gunakan 1 – 2 tetes secara topikal ke dada dan pelipis untuk meredakan gejala alergi makanan Anda.

Nah, ini dia 6 cara alami yang patut Anda coba untuk membantu mengatasi alergi makanan. Intinya, cara-cara di atas adalah menghindari makanan yang memicu reaksi alergi dan gejala pencernaan, kemudian ditunjang dengan asupan suplemen makanan dan minyak esensial untuk memaksimalkan perawatan alergi Anda.

Cover photo by master1305 – www.freepik.com

Baca Juga:
Punya Alergi Dingin? Begini Cara Mengatasinya dengan Baik!
Keampuhan Jamur Reishi dalam Mengobati Alergi Kulit Secara Alami

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email