Apa Itu Jamur Adaptogen? Kenali Manfaat, Jenis, dan Efek Sampingnya!

jamur-adaptogen-manfaat-jenis-dan-efek-samping-review-reishi
Jamur adaptogen adalah jamur yang dapat membantu tubuh beradaptasi dengan stres. Tidak sedikit pula orang menggunakannya sebagai obat herbal.

Kemunculan wabah COVID-19 hingga detik ini semakin membuat masyarakat sadar bahwa kesehatan itu sangatlah penting untuk dijaga. Mulai dari memperhatikan pola makan, rajin berolahraga, cukup istirahat, kelola stres, hingga menambahkan asupan suplemen untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi suplemen dari ekstrak jamur adaptogen.

Sebagian dari Anda mungkin saat ini bertanya-tanya, apa sebenarnya jamur adaptogen? Seberapa efektifkah suplemen ini untuk melindungi kesehatan Anda secara keseluruhan? Berikut ulasan tentang manfaat, jenis, dan kemungkinan risiko yang dapat ditimbulkan oleh jamur adaptogen.

Apa itu jamur adaptogen?

Jamur adaptogen adalah jamur yang dapat membantu tubuh beradaptasi dengan “stres”. Tidak sedikit pula orang menggunakannya sebagai obat herbal.

Berbeda dengan jamur ajaib atau halusinogen, jamur adaptogen tidak bertindak berdasarkan pikiran atau persepsi.

Definisi adaptogen sendiri adalah zat yang berfungsi untuk mengurangi efek negatif stres pada tubuh.

Menurut beberapa penelitian, adaptogen bekerja dengan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres fisik, kimia, dan biologis, meningkatkan fungsi normal tubuh selama masa stres, serta melindungi tubuh dari kerusakan terkait stres [1, 2, 3].

Seperti yang Anda tahu, tubuh memiliki sistem yang sangat kompleks ketika merespons stres. Ini karena prosesnya melibatkan banyak sistem tubuh, termasuk kelenjar hipotalamus-hipofisis-adrenal (sumbu HPA), yang merupakan sistem respons stres utama pada tubuh.

Fungsi utama sumbu HPA adalah melepaskan glukokortikoid, termasuk kortisol. Glukokortikoid adalah hormon steroid yang mengaktifkan respons stres dalam tubuh [4, 5].

Ketika respons stres Anda aktif, adaptogen akan meningkatkan ketahanan Anda terhadap stres, serta mempercepat pemulihan dan homeostasis (stabilitas) tubuh Anda [3].

Nah, beberapa kelompok yang memiliki sifat adaptogenik ini adalah berbagai tumbuhan dan beberapa jenis jamur tertentu.

Jenis jamur adaptogen dan manfaatnya

Berbagai studi menunjukkan bahwa beberapa jenis jamur memiliki efek menguntungkan pada respons stres tubuh.

Penting untuk dicatat bahwa istilah obat dan adaptogen bukanlah hal yang sama. Mengingat banyak juga jamur yang memiliki efek seperti obat, termasuk sifat antiinflamasi dan imunomodulasi (merangsang kekebalan tubuh) [6].

Namun, istilah adaptogen secara khusus merujuk pada bagaimana suatu zat dapat memengaruhi respons tubuh seseorang terhadap stres.

Berikut jenis-jenis jamur adaptogen yang perlu Anda ketahui:

1. Cordyceps

jamur-adaptogen-manfaat-jenis-dan-efek-samping-review-reishi-cordyceps
Gambar oleh Tú Nguyễn Thanh dari Pixabay

Cordyceps adalah salah satu jenis jamur adaptogen yang terbukti mampu mengurangi efek stres pada tubuh – meskipun penelitiannya terbatas pada manusia [7, 8, 9].

Beberapa penelitian menunjukkan kemampuan Cordyceps sinensis dapat mengurangi penanda terkait stres dan meningkatkan ketahanan terhadap aktivitas pemicu stres [7, 10].

Studi tahun 2014 menemukan bahwa pemberian suplemen Cordyceps sinensis (600 mg) dan Rhodiola crenulata (1.400 mg) setiap hari selama pelatihan ketinggian dapat meningkatkan kinerja aerobik. Efek menguntungkan ini dihasilkan dari pemeliharaan aktivitas parasimpatik yang lebih baik, serta percepatan adaptasi fisiologis [11].

Meskipun hasil ini memuaskan, masih perlu lebih banyak penelitian berkualitas tinggi untuk memahami mekanisme Cordyceps dalam membantu tubuh beradaptasi dengan stres.

2. Surai singa

jamur-adaptogen-manfaat-jenis-dan-efek-samping-review-reishi-surai-singa
Gambar oleh simonproulx dari Pixabay

Surai singa (Hericium erinaceus) adalah jamur adaptogen lainnya.

Studi terhadap hewan menunjukkan bahwa ekstrak surai singa dapat membantu membalikkan perubahan terkait stres pada neurotransmiter, termasuk dopamin dan serotonin. Selain itu, dapat mengurangi tingkat penanda inflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6) dan tumor necrosis factor alpha (TNF-α), yang kadarnya meningkat saat Anda stres [12].

Di samping itu, ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa surai singa mampu membalikkan penurunan regulasi faktor neurotropik dari otak (BDNF) yang diinduksi stres pada tikus. Penurunan BDNF (protein penting untuk fungsi otak) dapat meningkatkan risiko stres dan depresi [13, 14].

Namun sejauh ini, penelitian tentang efek adaptogenik surai singa masih dalam tahap awal, sehingga perlu dilakukan lebih banyak penelitian lagi pada manusia [15].

3. Reishi

Jamur adaptogen terakhir adalah Reishi atau Ganoderma lucidum. Reishi berperan dalam mendukung fungsi adrenal, di mana ini adalah kelenjar yang mengeluarkan kortisol – hormon stres [3].

Satu penelitian kecil terhadap atlet pria menunjukkan bahwa konsumsi kombinasi Reishi dan Cordyceps dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres yang dialami atlet karena overtraining dari bersepeda [16].

Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa Reishi dapat membantu melindungi dari kecemasan akibat stres dan kerusakan sel otot akibat olahraga [17, 18].

Kemampuan Reishi untuk melindungi dari berbagai penyebab stres, termasuk kadar oksigen rendah dan paparan dingin, dapat membantu orang terbiasa dengan lingkungan dataran tinggi, serta melindungi dari penyakit gunung yang disebabkan oleh kadar oksigen rendah [19].

Lantas, apakah jamur adaptogen aman dikonsumsi?

Kalau keamanannya, Anda tidak perlu khawatir. Banyak studi yang menunjukkan bahwa surai singa, Cordyceps, dan jamur Reishi memiliki keamanan dan tolerabilitas yang baik ketika diminum dalam bentuk suplemen [20, 21, 22, 23, 24, 25].

Anda pun dapat menemukannya dalam berbagai bentuk, termasuk kapsul, teh, maupun bubuk.

Namun memang, beberapa penelitian ada yang melaporkan bahwa beberapa orang dapat mengalami efek samping, seperti pusing, sakit kepala, dan alergi. Selain itu, tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki gangguan perdarahan, mengonsumsi obat penurun tekanan darah, dan sedang hamil atau menyusui.

Penting juga untuk dicatat bahwa sebagian besar produk adaptogen mengandung lebih dari satu bahan. Jadi, selain mengandung jamur di atas, mungkin juga mengandung herbal lainnya dengan sifat yang sama, seperti [29, 30, 31, 32, 33]:

  • Schisandra chinensis.
  • Andrographis paniculata.
  • Astragalus.
  • Kemangi suci.
  • Panax ginseng.
  • Rhodiola rosea.
  • Withania somnifera.
  • Eleutherococcus senticosus.

Beberapa ramuan adaptogenik yang dicampur dengan bahan-bahan ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan umum.

Misalnya, Astragalus membranaceus dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah dan penurun tekanan darah. Sementara itu, Andrographis paniculata dapat berinteraksi dengan obat antiinflamasi dan obat kemoterapi [34, 35].

Efek samping lainnya yang dapat terjadi adalah mual, sakit kepala, kelelahan, dan reaksi alergi yang parah.

Haruskah mencoba produk jamur adaptogen?

Suplemen jamur adaptogen perannya membantu meningkatkan pertahanan tubuh terhadap stres dan depresi. Namun, ini tidak akan berarti tanpa upaya:

  • Mengidentifikasi penyebab stres dalam hidup Anda.
  • Cukup beristirahat.
  • Jalani pola makan sehat.
  • Lakukan teknik manajemen stres, seperti terapi, pijat, olahraga, dan meditasi.

Meskipun jamur adaptogen menawarkan banyak manfaat kesehatan, tetapi tidak semua orang cocok mengonsumsinya. Jadi, alangkah lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan untuk memastikan suplemen tersebut aman dan sesuai.

Baca Juga:
15 Penyebab Fatigue (Kelelahan) dan Cara Mengatasinya
10 Cara Menghilangkan Stres, Ini Jauh Lebih Menyehatkan!
Awas Burnout Syndrome! Kelelahan Kerja yang Bisa Berujung Depresi

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email