7 Makanan Ini Terbukti Mampu Melawan Kanker

7-jenis-makanan-yang-dapat-melawan-kanker-review-reishi
7 Jenis makanan yang dapat melawan kanker berikut bisa Anda konsumsi sehari-hari, mulai dari apel, wortel, brokoli, jamur Lingzhi, dan masih banyak lagi.

Meski tidak ada makanan yang dapat melindungi Anda dari kanker sepenuhnya, tetapi beberapa makanan dapat membantu Anda melawan kanker. Tepatnya, membantu menurunkan risiko Anda terkena kanker. Artikel ini akan membahas apa saja makanan yang dapat melawan kanker berdasarkan bukti-bukti ilmiahnya.

7 Makanan yang dapat melawan kanker

Makanan dengan kandungan senyawa aktif alami yang memiliki sifat antikanker kuat meliputi [1, 2, 3, 4]:

1. Apel

Apel adalah salah satu buah yang populer di kalangan masyarakat. Selain rasanya yang manis, apel ternyata mengandung senyawa polifenol yang memiliki sifat antikanker yang menjanjikan.

Phloretin adalah senyawa polifenol dalam apel yang mampu menghambat protein “transporter glukosa 2 (GLUT2)”. Ini adalah protein yang berperan dalam perkembangan kanker stadium lanjut pada jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara [5].

Kemampuan phloretin dalam menekan pertumbuhan tumor dan mengganggu sinyal sel kanker telah menjadikannya sebagai kandidat yang menjanjikan untuk pengembangan obat anti kanker [6].

2. Beri-berian

Buah beri kaya akan vitamin, mineral, dan serat makanan. Para ilmuwan telah menunjukkan minatnya yang besar untuk meneliti buah beri sebagai makanan yang dapat melawan kanker, karena sifat antioksidan dan potensi manfaat kesehatannya.

Satu studi menunjukkan bahwa kandungan anthocyanin dalam blackberry mampu menurunkan biomarker untuk kanker usus besar [7]. Studi lainnya juga menunjukkan bahwa efek anti-inflamasi blueberry dapat mencegah pertumbuhan tumor payudara pada tikus percobaan [8].

3. Sayuran silangan

Sayuran silangan (cruciferous), seperti brokoli, kembang kol, dan kangkung, mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk menekan risiko kanker, di antaranya vitamin C, vitamin K, dan mangan. Selain itu, sayuran ini mengandung sulforaphane, yaitu senyawa fitokimia yang memiliki sifat antikanker.

Tim peneliti dari University of Alabama di Birmingham menemukan bahwa sulforaphane mampu menghambat pertumbuhan dan merangsang kematian sel kanker usus besar [9].

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kombinasi sulforaphane dan genistein (senyawa dalam kedelai) dapat menghambat perkembangan tumor payudara dan aktivitas histone deacetylase, yaitu enzim yang berkaitan dengan perkembangan kanker [10].

Anda disarankan mengonsumsi 3-5 porsi sayuran silangan per minggu untuk mendapatkan efek pencegahan kanker terbaik [11].

4. Wortel

Makanan yang dapat melawan kanker selanjutnya adalah wortel. Sayuran ini juga terkenal dengan beberapa zat gizi utamanya, termasuk vitamin K, vitamin A, dan antioksidan. Senyawa fitokimia dalam wortel dengan antioksidan kuat adalah beta-karoten.

Studi terbaru mengungkapkan bahwa beta-karoten berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dan mencegah jenis kanker tertentu. Beberapa studi ilmiah juga membuktikan bahwa beta-karoten berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara dan prostat [12].

5. Ikan berlemak

Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan teri, juga kaya akan zat gizi penting, seperti asam lemak omega-3, vitamin B, dan kalium.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang diet tinggi ikan air tawar berisiko 53% lebih rendah terserang kanker kolorektal daripada yang sedikit mengonsumsinya [13].

Hasil penelitian yang diikuti oleh 68.109 peserta pada tahun 2015 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan setidaknya empat kali seminggu berisiko 63% lebih rendah mengembangkan kanker usus besar daripada yang tidak mengonsumsinya [15].

6. Bawang putih dan bawang merah

The National Cancer Institute menyarankan bawang putih dan bawang bombay sebagai makanan yang dapat melawan kanker perut, usus besar, kerongkongan, dan payudara. Ini karena bawang putih memiliki manfaat anti-bakteri, anti-jamur, dan anti-inflamasi yang terukur, serta sifat melawan kanker [2].

Efek anti kanker dari bawang putih diduga berasal dari banyak zat yang mengandung belerang, termasuk allicin dan dialil sulfida (DAS), yang tampaknya menonaktifkan karsinogen dan mencegah mutasi DNA [15, 16].

Bawang merah juga menawarkan banyak manfaat yang sama dengan menyediakan quercetin dan molekul yang mengandung sulfur untuk memblokir beberapa karsinogen dan menginduksi apoptosis (proses yang membunuh sel-sel abnormal) [17].

7. Jamur Lingzhi (Reishi)

7-jenis-makanan-yang-dapat-melawan-kanker-review-reishi-lingzhi
Gambar oleh Katalin Molnár dari Pixabay

Jamur Lingzhi atau akrab disebut Reishi juga telah terbukti mampu melawan kanker. Hal ini karena efek anti kanker dan kemampuan imunomodulasi yang berasal dari komponen aktif di dalamnya.

Melansir dari Memorian Sloan Kettering Cancer Center (MSKCC), jamur Reishi mengandung gula kompleks yang dikenal sebagai “beta-glukan”. Senyawa ini dapat membantu menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker [18].

Studi secara in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa senyawa polisakarida dalam jamur Reishi memiliki aktivitas antikanker potensial melalui efek imunomodulator, anti-proliferatif, pro-apoptosis, anti-metastasis dan anti-angiogenik [19].

Studi lainnya tahun 2016 mengungkapkan bahwa jamur Lingzhi dapat diberikan sebagai tambahan alternatif untuk pengobatan kanker secara konvensional dengan pertimbangan potensinya untuk meningkatkan respons tumor dan merangsang kekebalan tubuh.

Inilah 7 makanan yang dapat melawan kanker dan telah terbukti secara ilmiah. Dari semua makanan ini, sudahkah Anda mengonsumsinya secara rutin? Jangan lupa, mulailah menjalani pola hidup sehat sedari dini, agar tidak mengembangkan kanker di kemudian hari.

Cover photo by jcomp – www.freepik.com

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email